Chapnews – Nasional – Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Kamis (19/6) pukul 15.50 WITA, gunung tersebut erupsi dan memuntahkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 700 meter di atas puncaknya, atau sekitar 2.123 meter di atas permukaan laut. Informasi ini disampaikan langsung oleh Petugas Pengamat Gunung Api (PPGA), Fransiskus Boli Roma, melalui keterangan tertulis yang diterima chapnews.id.
Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong mengarah ke barat laut. Erupsi tersebut disertai gemuruh lemah dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm serta durasi sekitar 42 detik. Gunung Ili Lewotolok, yang terletak di antara Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur di Pulau Lembata, memiliki ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut dan saat ini berada pada status Waspada (Level II).

Menyikapi erupsi ini, PPGA mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat sekitar. Mereka diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Peringatan khusus juga diberikan terkait potensi bahaya guguran dan longsoran lava dari bagian timur puncak atau kawah. Lebih jauh lagi, masyarakat di Desa Amakaka dan sekitarnya, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, diimbau untuk menjauhi wilayah sektoral barat sejauh 2,5 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Sebagai langkah antisipatif, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok disarankan untuk selalu menggunakan masker atau pelindung hidung dan mulut guna melindungi diri dari abu vulkanik, serta mencegah gangguan pernapasan seperti ISPA. Pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Ili Lewotolok terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut. Situasi ini tentunya memerlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari seluruh pihak.



