Ads - After Header

Harga Pangan Olahan Terancam Meroket! Ini Sebabnya

Ahmad Dewatara

Harga Pangan Olahan Terancam Meroket! Ini Sebabnya

JAKARTA – Tangguh Yudha – Minggu, 28 Desember 2025 | 14:39 WIB

Chapnews – Ekonomi – Keputusan pemerintah untuk menghentikan impor beras industri dan beras khusus dalam Neraca Komoditas (NK) 2026 menuai kekhawatiran serius dari berbagai pihak. Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) memperingatkan bahwa langkah ini berpotensi besar memicu lonjakan harga pangan olahan di pasaran, menciptakan hambatan baru bagi sektor industri dan akhirnya membebani konsumen.

Harga Pangan Olahan Terancam Meroket! Ini Sebabnya
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menurut Hasran, Peneliti dan Analis Kebijakan Senior CIPS, kebijakan peniadaan impor ini sangat berisiko mengganggu stabilitas industri pangan nasional. Ia menyoroti ketidakpastian akurasi data produksi beras domestik yang ada, yang jika tidak memadai, akan berdampak langsung pada kenaikan biaya produksi dan pada akhirnya harga jual produk olahan berbasis beras.

"Beras yang dibutuhkan oleh industri pengolahan memiliki spesifikasi dan karakteristik yang sangat berbeda dari beras konsumsi yang umumnya dihasilkan oleh petani lokal," jelas Hasran dalam keterangan resminya pada Minggu (28/12/2025). Ia menambahkan, "Menutup pintu impor tanpa mempertimbangkan akurasi data dan jaminan pasokan domestik yang sesuai standar industri hanya akan menciptakan ketidakpastian bagi pelaku usaha."

Keterbatasan akses terhadap beras industri dengan kualitas spesifik yang dibutuhkan ini diperkirakan akan meningkatkan biaya produksi secara signifikan bagi para pelaku usaha. Jika beban biaya ini terus berlanjut dan tidak dapat diserap oleh industri, maka masyarakat sebagai konsumen akhir akan merasakan dampaknya berupa kenaikan harga produk olahan berbasis beras mulai tahun depan.

Hasran juga mengungkapkan bahwa riset yang dilakukan CIPS sering menemukan bahwa sistem Neraca Komoditas kerap kali gagal menyajikan data yang rinci dan tersegmentasi dengan baik. Kondisi ini menambah kerumitan dalam pengambilan kebijakan yang tepat dan berpotensi menimbulkan distorsi pasar, terutama di sektor pangan strategis seperti beras. Dengan demikian, ancaman kenaikan harga pangan olahan bukan lagi sekadar potensi, melainkan sebuah risiko nyata yang perlu diantisipasi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer