Chapnews – Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami koreksi atau penurunan sementara pada perdagangan Senin (21/7/2025). Meskipun indikator MACD masih menunjukkan tren positif, menandakan minat beli yang masih tinggi, analisis Phintraco Sekuritas Jakarta yang dirilis Minggu (20/7/2025) memprediksi potensi pullback. Stochastic RSI menunjukkan kondisi overbought, meningkatkan risiko koreksi jangka pendek. Oleh karena itu, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 7.225-7.300 pada pekan depan.
Pada penutupan perdagangan Jumat (18/7), IHSG berhasil menguat ke level 7.311, atau naik 0,34 persen. Meskipun sempat menyentuh level 7.400, pergerakan tersebut kemudian teredam oleh aksi profit taking. Penguatan IHSG selama sepekan terakhir didorong oleh sentimen positif dan kenaikan saham-saham konglomerasi, meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda terbatas.

Dari Jepang, inflasi yang turun menjadi 3,3 persen year on year pada Juni (dari 3,5 persen pada Mei) menjadi perhatian investor. Angka ini merupakan yang terendah sejak Desember 2024, didorong oleh penurunan harga energi. Situasi ini perlu diwaspadai karena berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG. Investor disarankan untuk mencermati lima saham berikut ini untuk meminimalisir risiko kerugian. (Nama lima saham tersebut tidak disebutkan dalam berita asli dan perlu ditambahkan jika tersedia informasi lebih lanjut).



