Chapnews – Ekonomi – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif pada penutupan perdagangan Senin (5/5/2025), melejit 0,24 persen atau 16,22 poin dan parkir di angka 6.831. Kenaikan ini terbilang mengejutkan, mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dilaporkan melambat.
Sepanjang hari perdagangan, aktivitas pasar terbilang cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 20,95 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,30 triliun, melibatkan 1,17 juta kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 346 saham mengalami penguatan, 257 saham terkoreksi, dan 201 saham lainnya stagnan.

Sektor properti dan siklikal menjadi bintang lapangan pada perdagangan hari ini, masing-masing mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 0,82 persen dan 1,71 persen. Sektor bahan baku juga menunjukkan performa yang kuat dengan kenaikan 2,03 persen. Di sisi lain, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah, turun 0,43 persen. Sektor-sektor lain seperti energi (0,21 persen), kesehatan (0,01 persen), keuangan (0,07 persen), infrastruktur (0,16 persen), transportasi (0,18 persen), industri (0,29 persen), dan non-siklikal (0,27 persen) juga menunjukan penguatan, meskipun tidak signifikan.
Pergerakan saham individual juga menarik perhatian. PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) memimpin daftar top gainers dengan lonjakan harga mencapai 34,33 persen ke level Rp90. Disusul oleh PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) yang naik 29,58 persen ke Rp92, dan PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) yang menguat 16,67 persen ke Rp63. Kenaikan harga saham-saham ini tentu menarik perhatian investor dan analis pasar.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat tampaknya tidak terlalu memengaruhi sentimen pasar saham hari ini. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami faktor-faktor yang mendorong penguatan IHSG di tengah kondisi ekonomi makro tersebut. Apakah ini sinyal positif atau hanya fluktuasi sementara? Perkembangan selanjutnya patut untuk dipantau.



