Chapnews – Ekonomi – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, mengungkapkan fakta mengejutkan: sebanyak 10.000 desa di Indonesia masih tergolong tertinggal. Angka ini merupakan tantangan besar bagi pemerintah dalam pemerataan pembangunan. Lebih memprihatinkan lagi, dari 10.000 desa tersebut, 3.000 desa masih gelap gulita tanpa akses listrik, sementara 20.000 desa lainnya belum tersentuh jaringan internet.
Data yang disampaikan Yandri pada Jumat (27/6/2025) ini menunjukkan kesenjangan pembangunan yang signifikan. Wilayah-wilayah yang paling terdampak tersebar di Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kepulauan Nias, Sumatera Utara. "Mayoritas desa tertinggal berada di Papua, NTT, dan Sumatera Utara, khususnya Nias," ujar Yandri. Ia menambahkan bahwa infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan listrik masih menjadi kendala utama di daerah-daerah tersebut. Bahkan, masih ada 26 kabupaten yang masuk kategori tertinggal.

Pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, telah meluncurkan program Asta Cita yang bertujuan untuk membangun dari bawah. KemenPDTT pun aktif berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk mengatasi masalah ini. "Kami telah melakukan pembahasan serius terkait akses listrik dengan Kementerian ESDM, akses internet dengan Kominfo, pengentasan kemiskinan ekstrem dengan Kementerian Sosial, serta swasembada pangan dengan Kementerian Pertanian dan Kelautan dan Perikanan," jelas Yandri. Kerja sama antar kementerian ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan di desa-desa tertinggal dan mengurangi kesenjangan pembangunan di Indonesia.



