Chapnews – Nasional – Manokwari digegerkan oleh insiden pencurian dua patung burung kasuari, ikon kebanggaan Provinsi Papua Barat, yang raib dari lingkungan Kantor Gubernur. Peristiwa mengejutkan ini sontak memicu reaksi keras dari Gubernur Dominggus Mandacan, yang secara terbuka menyoroti lemahnya sistem pengamanan dan kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di lingkungan pemerintahannya.
Dalam pernyataan yang penuh nada kecewa usai mengikuti ibadah awal bulan ASN di Kantor Gubernur, Manokwari, Selasa (7/4), Gubernur Dominggus Mandacan tak segan melontarkan kritik tajam. "Satpol ada di mana sampai patung yang besar itu bisa hilang?" tegasnya, mempertanyakan profesionalisme dan efektivitas penjagaan. Ia membeberkan bahwa sistem pengamanan di kompleks kantor gubernur, khususnya pada malam hari, sangat memprihatinkan. Dari total 12 personel Satpol PP yang seharusnya bertugas, seringkali hanya ditemukan dua hingga empat orang, bahkan tak jarang tidak ada petugas sama sekali.

Kondisi longgar ini, menurut Dominggus, telah menciptakan celah lebar bagi pelaku kejahatan. Pencurian patung kasuari, yang merupakan simbol dan kebanggaan pemerintah daerah, menjadi bukti nyata kelalaian serius dalam menjaga aset publik. Gubernur menegaskan bahwa Satpol PP memiliki tanggung jawab penuh dan menuntut perbaikan kinerja secara drastis. "Saya tegaskan, kejadian ini cukup yang terakhir dan jangan terulang kembali," pungkasnya dengan nada serius.
Menanggapi insiden tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat segera bergerak cepat dengan melaporkan kasus pencurian ini secara resmi ke Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat, mendesak penyelidikan tuntas.
Kerja keras aparat kepolisian membuahkan hasil signifikan. Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Papua Barat berhasil mengamankan dua tersangka utama berinisial LH dan LIM, serta seorang penadah barang curian berinisial F. Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi nomor: LP/B/117/IV/2026/SKPT/Polda Papua Barat yang diajukan pada 5 April 2026. Kasus ini masih terus didalami untuk mengungkap jaringan pencurian aset negara ini.


