Chapnews – Ekonomi – Kabar baik datang dari dunia perkoperasian! Koperasi di Indonesia siap mengambil peran sentral dalam memasok bahan baku biomassa untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero). Langkah ini menandai komitmen kuat koperasi dalam mendukung transisi energi terbarukan dan mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
Momentum penting ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). Kemitraan strategis ini bertujuan untuk mengembangkan ekosistem biomassa berbasis masyarakat yang berkelanjutan melalui wadah koperasi.

Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kemenkop, Herbert HO Siagian, menegaskan bahwa kerjasama ini adalah langkah krusial untuk memperkuat peran koperasi dalam rantai pasok energi terbarukan, khususnya dalam penyediaan bahan baku biomassa yang akan disalurkan ke PLN EPI.
"Peran koperasi sangat potensial sebagai agregator produk-produk biomassa yang dihasilkan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan," ujar Herbert, seperti dikutip chapnews.id, Minggu (23/11/2025). Ia menambahkan bahwa kerjasama ini sejalan dengan target pemerintah dalam transisi energi bersih yang tertuang dalam berbagai dokumen nasional.
Menurut Herbert, dukungan koperasi akan menjaga stabilitas dan keberlanjutan pasokan biomassa yang menjadi kebutuhan utama PLN EPI. Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan hingga pelosok, akan menjamin ketersediaan pasokan tersebut.
Lebih lanjut, Herbert menekankan bahwa biomassa bukan hanya tentang energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Banyak komoditas yang seharusnya menjadi bahan baku biomassa selama ini terbuang sia-sia. Sinergi ini akan mengubah limbah menjadi sumber pendapatan yang bernilai ekonomis.
Kopdes/Kel Merah Putih akan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan limbah atau bahan baku biomassa lainnya, mengumpulkannya, dan mencapai agregat tertentu. Hal ini akan menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan.
"Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berkontribusi pada energi bersih, tetapi juga memperoleh penghasilan tambahan," pungkas Herbert.



