Ads - After Header

Ledakan Dahsyat Medan: Saksi Dengar Teriakan Minta Tolong!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Medan diguncang ledakan dahsyat yang meluluhlantakkan sebuah rumah mewah di Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (20/7) sore. Peristiwa mengerikan ini menyisakan kengerian mendalam, terutama dari kesaksian para saksi mata di lokasi, termasuk seorang pekerja bangunan yang mendengar teriakan minta tolong dari dalam reruntuhan.

Danu (43), seorang pekerja bangunan yang tengah berada tak jauh dari pusat ledakan, menjadi salah satu saksi kunci. Ia menuturkan, sebelum dentuman keras yang memekakkan telinga terdengar, ia sempat melihat kilatan cahaya putih dari arah rumah nomor 3B. "Begitu hitungan detik saya ke sudut, muncul cahaya putih, lalu langsung terjadi ledakan," ujar Danu kepada chapnews.id.

Ledakan Dahsyat Medan: Saksi Dengar Teriakan Minta Tolong!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ledakan tersebut begitu kuat hingga material bangunan berhamburan ke segala arah. Dalam kepanikan, Danu sigap menolong seorang pengemudi mobil Lexus yang kebetulan melintas tepat di depan rumah sesaat ledakan terjadi. Mobil mewah itu ringsek parah tertimpa reruntuhan, namun sang pengemudi berhasil diselamatkan Danu tanpa luka serius, meski sempat terjepit di dalam kendaraan.

Setelah memastikan keselamatan pengemudi, Danu mengaku mendengar suara perempuan berteriak "tolong" dari dalam rumah yang sudah menjadi puing-puing. "Suaranya perempuan. Cuma sebentar, teriak ‘tolong’ begitu saja, lalu tidak terdengar lagi," kenangnya dengan raut wajah tegang. Dalam kekacauan dan kepulan asap, Danu juga sempat melihat pemandangan mengerikan: seorang bayi berlumuran darah di lantai atas bangunan yang runtuh.

Suasana di lokasi saat itu dipenuhi kepanikan luar biasa. Selain kerusakan parah pada rumah utama yang menjadi pusat ledakan, sedikitnya tujuh rumah di sekitarnya juga mengalami dampak kerusakan akibat kuatnya gelombang ledakan. Tiga unit mobil yang terparkir di depan rumah turut ringsek. Bau gas yang sangat menyengat tercium kuat dari reruntuhan, disusul kepulan asap tebal yang membumbung.

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ini menyebabkan kerusakan struktural parah pada rumah bertingkat tiga tersebut, hingga sebagian besar bangunannya runtuh. Tim SAR gabungan hingga kini masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan.

Penyebab pasti insiden tragis ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh aparat kepolisian dan tim terkait. Dugaan awal mengarah pada kebocoran gas dari jaringan pipa bawah tanah yang berada di area rumah. Namun, dugaan ini dibantah keras oleh pihak PGN.

Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan yang dilakukan timnya di lokasi kejadian tidak menemukan adanya kandungan gas bumi atau metana. "Berdasarkan hasil deteksi gas yang dilakukan oleh tim PGN… menunjukkan angka 0 ppm atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi) di area kejadian," jelas Agus pada Selasa. PGN menyatakan keprihatinan mendalam kepada para korban dan terus berkoordinasi intensif dengan pihak berwenang, sembari menunggu hasil investigasi resmi untuk mengungkap penyebab pasti insiden mematikan ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer