Chapnews – Ekonomi – Sejumlah pembangkit listrik tenaga gas di kawasan timur Indonesia tengah berbenah diri melalui program modernisasi besar-besaran. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keandalan, efisiensi, serta memperkuat pasokan energi bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Modernisasi ini meliputi peremajaan mesin-mesin pembangkit, penerapan sistem digitalisasi dalam pemeliharaan, serta adopsi teknologi terkini. Tujuannya adalah untuk meminimalisir gangguan operasional yang kerap terjadi dan memperpanjang usia pakai peralatan. Dengan demikian, diharapkan kestabilan pasokan listrik dapat terjamin, ketahanan energi nasional semakin kokoh, dan akses energi yang merata bagi seluruh masyarakat di timur Indonesia dapat segera terwujud.

Sebagai bagian dari modernisasi ini, pengadaan suku cadang dan layanan pemeliharaan mesin Wartsila 20V34DF juga dilakukan di beberapa pembangkit strategis, seperti PLTMG Kupang Peaker (5 unit mesin) dan BMPP Nusantara 2 (6 unit mesin). Kontrak ini mencakup penyediaan suku cadang resmi, layanan konsultasi, serta dukungan tenaga ahli untuk pemeliharaan mesin langsung di lokasi pembangkit.
Pendekatan pemeliharaan berbasis teknologi menjadi kunci dalam modernisasi ini. Dukungan teknis diberikan baik secara langsung di lapangan (onsite) maupun jarak jauh (remote), termasuk deteksi anomali dan analisis data berbasis digital. Dengan cara ini, setiap pembangkit dapat beroperasi secara optimal, mengurangi potensi gangguan yang tidak diinginkan, dan memperpanjang umur peralatan. Layanan konsultasi juga mencakup penempatan teknisi di lokasi, dukungan teknis jarak jauh, serta analisis data untuk mengoptimalkan performa mesin secara keseluruhan.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan pasokan listrik di wilayah timur Indonesia dan seluruh kawasan Nusantara. Langkah modernisasi ini menjadi bukti nyata upaya PLN dalam mewujudkan energi yang andal dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.



