Chapnews – Nasional – Tragedi memilukan mengiringi kegiatan pendidikan dasar (diksar) mahasiswa pencinta alam (Mapala) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). MJ, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNG, ditemukan meninggal dunia pada Senin (22/9) setelah mengikuti kegiatan tersebut. Informasi yang dihimpun chapnews.id dari berbagai sumber menyebutkan, MJ sempat mengeluh sakit pada Minggu malam (21/9) dan menghubungi kakaknya, Hidayat, di Muna, Sulawesi Tenggara.
Hidayat menuturkan, adiknya meminta bantuan untuk dibawa ke rumah sakit, namun permohonan tersebut ditolak panitia diksar. Rekan-rekan MJ akhirnya membawa mahasiswa tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe Kota Gorontalo. Sayangnya, MJ dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 08.00 WITA.

Kapolres Bone Bolango, Ajun Komisaris Besar Polisi Supriantoro, mengatakan pihaknya langsung menuju rumah sakit setelah mendapat laporan. Saat tiba, MJ sudah berada di kamar jenazah. Setelah berkoordinasi dengan keluarga, pihak keluarga memutuskan untuk tidak mempermasalahkan kematian MJ. Visum luar telah dilakukan dan jenazah akan dibawa ke kampung halamannya di Kelurahan Wapunto, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Yang mengejutkan, Kapolres mengungkapkan bahwa Polres dan Polsek setempat tidak pernah menerima pemberitahuan atau permohonan izin pelaksanaan kegiatan diksar tersebut. Pihak UNG sendiri berencana menggelar konferensi pers pada Selasa (23/9) untuk memberikan penjelasan terkait prosedur dan aturan pelaksanaan diksar. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan dan keselamatan peserta diksar Mapala UNG. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian MJ.



