Chapnews – Nasional – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memberikan sinyal kuat terkait keberadaan buronan kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina, Mohammad Riza Chalid. Agus mengindikasikan bahwa saudagar minyak tersebut diduga masih berada di Malaysia. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Senin (29/12), menambah babak baru dalam perburuan salah satu buronan paling dicari di Indonesia.
Saat dimintai keterangan oleh awak media, Menteri Imipas tidak memberikan detail spesifik mengenai lokasi pasti Riza Chalid. Namun, ia secara singkat mengutarakan, "Kelihatannya masih ya (di Malaysia)," merujuk pada dugaan keberadaan Riza Chalid di negara tetangga tersebut.

Sebelumnya, upaya penegakan hukum terhadap Riza Chalid telah menjadi sorotan publik, terutama terkait kemungkinan digelarnya sidang secara in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa. Kejaksaan Agung (Kejagung) sempat membahas opsi ini mengingat sulitnya menangkap yang bersangkutan, sementara para tersangka lain dalam kasus serupa sudah memasuki tahap persidangan.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, pada Rabu (15/10) lalu, menjelaskan bahwa pelaksanaan sidang in absentia tidak dapat dilakukan sembarangan. Ada beberapa syarat ketat yang harus dipenuhi, antara lain tersangka harus sudah diklarifikasi, diumumkan sebagai buronan secara nasional, dan telah dipanggil secara sah baik sebagai saksi maupun tersangka.
Meskipun demikian, Anang menegaskan bahwa Kejagung tidak akan menyerah dalam upaya menghadirkan Riza Chalid ke meja hijau. Saat ini, fokus utama masih pada permohonan red notice kepada Interpol untuk membantu pelacakan dan penangkapan saudagar minyak yang menjadi kunci dalam kasus korupsi Pertamina tersebut.



