Chapnews – Nasional – Sebuah delegasi penting dari Indonesia, yang di dalamnya termasuk Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, dilaporkan telah bertolak ke Iran. Kehadiran mereka adalah sebagai utusan khusus Presiden Prabowo Subianto untuk mengikuti prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Gus Yahya tidak sendiri dalam misi diplomatik ini. Ia terbang bersama sejumlah tokoh penting lainnya, seperti Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Menteri Luar Negeri. Rombongan ini memulai perjalanan dari Jakarta pada Kamis malam dan tiba di Teheran pada Jumat pagi.

Keikutsertaan Gus Yahya dalam rombongan ini telah dikonfirmasi oleh Ketua PBNU, Achmad Fahrur Rozi. "Gus Yahya Ketum PBNU yang ikut pergi bertugas ke Iran," tegas Fahrur Rozi saat dikonfirmasi pada Jumat (10/7). chapnews.id juga berhasil memperoleh dokumentasi foto yang memperlihatkan kedatangan delegasi di Iran pagi ini, memperkuat informasi yang beredar.
Kendati demikian, hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi atau konfirmasi dari pihak Syafiq Mughni maupun pengurus PP Muhammadiyah terkait kehadirannya dalam rombongan tersebut. chapnews.id telah berupaya menghubungi yang bersangkutan untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, namun belum membuahkan hasil.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menjelaskan bahwa kunjungan ini dirancang sangat singkat. Rombongan tidak akan menginap di Iran. Setelah menghadiri pemakaman pada Jumat pagi dan melakukan ziarah, agenda dilanjutkan dengan pertemuan resmi. "Paginya pemakaman, siang ziarah, terus setelah itu berbicara dengan katanya kita akan ketemu dengan Menteri Luar Negeri dan Ketua Parlemen Iran. Habis itu kembali langsung ke Jakarta," terang Muzani, menggarisbawahi efisiensi waktu dalam misi ini.


