Chapnews – Nasional – Orang tua Prada Lucky Chepril Saputra Namo, Serma Kristian Namo dan Sepriana Paulina Mirpey, menjalani pemeriksaan intensif di Denpom IX/1 Kupang, Kamis (21/8). Pemeriksaan ini terkait kematian tragis putra mereka yang diduga akibat penganiayaan oleh rekan dan seniornya di asrama Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM) Nagekeo.
Sepriana, ibunda Prada Lucky, membenarkan pemeriksaan tersebut kepada chapnews.id. "Iya, hari ini saya dan bapaknya Lucky dipanggil untuk diperiksa," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dirinya didampingi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) selama proses pemeriksaan yang berlangsung hingga berita ini diturunkan.

Prada Lucky (23), prajurit TNI AD, meninggal dunia pada Rabu (6/8) setelah menjalani perawatan empat hari di ICU RSUD Aeramo, Nagekeo. Kematiannya diduga akibat penyiksaan yang dialaminya. Jenazahnya kemudian dibawa pulang ke Kupang oleh orang tuanya pada Kamis (7/8).
Kasus ini telah menjerat sekitar 20 prajurit yang diamankan Denpom. Asisten Intelijen Kasdam IX/Udaya, Kol. Kav. Guruh Prabowo, menyatakan tim penyidik tengah mempersiapkan berkas perkara para pelaku untuk dilimpahkan ke oditur militer. "Tim penyidik masih menyiapkan segala berkasnya untuk dilimpahkan ke oditur," ujar Kolonel Kav. Guruh Prabowo melalui keterangan tertulis yang diterima chapnews.id. Ia meminta kesabaran publik, menjanjikan penjelasan resmi dari pejabat yang ditunjuk Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, terkait perkembangan kasus ini.



