Chapnews – Nasional – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) hari ketiga pasca tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali masih membuahkan hasil yang minim. Hingga Sabtu sore, 29 penumpang dan kru kapal masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI AL, dan instansi terkait lainnya terus berupaya keras melacak keberadaan para korban baik melalui jalur laut, darat, maupun udara.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, menyatakan bahwa pencarian udara belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan korban di permukaan laut. Namun, tim SAR darat berhasil menemukan sejumlah barang-barang milik korban di sekitar lokasi kejadian. Barang-barang tersebut, yang diduga terbawa arus dari dalam kapal saat tenggelam, akan digunakan untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik Polri.

"Hasil penemuan properti dari korban sudah kita amankan. Ini akan membantu tim identifikasi untuk mencocokkan dan mengidentifikasi korban lebih lanjut," ujar Ribut dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pencarian di laut diperluas hingga radius 25 mil laut dari last known position (LKP) kapal. Meskipun demikian, belum ada tanda-tanda korban ditemukan di permukaan laut. Berbeda dengan pencarian di bawah laut, sonar dari Dinas Navigasi Kementerian Perhubungan mendeteksi objek di bawah air yang diduga kuat sebagai bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Lokasi objek tersebut bergeser sekitar 1-2 mil laut ke utara dari LKP, berbeda dengan arah arus yang membawa korban ke selatan.
Konfirmasi lebih lanjut akan dilakukan oleh KRI Fanildo yang dilengkapi teknologi canggih untuk pencarian bawah laut. KRI Fanildo dijadwalkan tiba di lokasi pada malam hari.
Sebagai informasi, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali pada Rabu (2/7) malam. Dari total 65 penumpang dan awak kapal, 36 orang telah ditemukan, 6 di antaranya meninggal dunia, dan 30 orang selamat. Nasib 29 orang lainnya masih menjadi misteri dan pencarian intensif terus dilakukan.



