Chapnews – Nasional – Pergerakan tanah yang tak kunjung berhenti di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, telah membuat ratusan warga resah dan mendesak untuk segera direlokasi. Ancaman bahaya yang terus membayangi mendorong Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk turun tangan dan menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.
Bobby Nasution, didampingi Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, saat meninjau lokasi pada Minggu (28/12) lalu, mengungkapkan keprihatinannya. "Sampai hari ini, kalau hujan, siang hari bahkan malam hari, tanahnya masih bunyi, masih bergerak. Artinya, kondisi ini tidak aman untuk dihuni," ujar Bobby, menyoroti kondisi permukiman lama warga Tandihat yang semakin membahayakan.

Menanggapi aspirasi masyarakat yang ingin segera pindah, Gubernur Bobby menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan relokasi warga Desa Tandihat. Ia bahkan telah menyiapkan lahan di Desa Sibongbong, Kecamatan Angkola Selatan, sebagai lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) gratis bagi para korban pergerakan tanah. "Huntap ini gratis untuk warga. Warga meminta segera direlokasi karena pemukiman mereka saat ini sudah merasa tidak aman dan nyaman untuk ditempati lagi," paparnya.
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan, menjelaskan bahwa total 186 Kepala Keluarga (KK) di Desa Tandihat terdampak langsung oleh fenomena pergerakan tanah ini. Ia menambahkan, sebelumnya sempat ada opsi lahan dari PTPN, namun tidak direkomendasikan oleh Badan Geologi. Lokasi yang kini disepakati dan dinilai layak untuk pembangunan huntap adalah lahan kebun salak milik masyarakat seluas sekitar dua hektare di Sibongbong.
Bobby Nasution juga mengungkapkan bahwa sempat ada dua alternatif lokasi relokasi yang dipertimbangkan, termasuk di Sipirok. Namun, lokasi di Sibongbong mendapat dukungan penuh dari warga Tandihat, berbeda dengan opsi Sipirok yang masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. "Karena itu, kita akan sampaikan ke Kementerian PKP agar pembangunan hunian tetap diprioritaskan di lokasi ini," tegas Bobby, menunjukkan keseriusan dalam percepatan pembangunan huntap.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjut Gus Irawan, siap memfasilitasi pembebasan lahan seluas dua hektare tersebut demi percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga Tandihat. Langkah ini menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam melindungi dan memberikan solusi permanen bagi warganya yang terdampak bencana alam.



