Chapnews – Nasional – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menanggapi hasil tes kemampuan akademik (TKA) siswa SMA sederajat yang menunjukkan penurunan signifikan, terutama pada mata pelajaran matematika. Pemerintah tengah melakukan kajian mendalam untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya.
Usai rapat di Komisi X DPR pada Rabu (26/11), Abdul Mu’ti menyatakan bahwa banyak faktor yang berkontribusi terhadap hasil TKA yang kurang memuaskan tersebut. TKA sendiri merupakan asesmen nasional yang bertujuan mengukur capaian akademik siswa sesuai kurikulum yang berlaku. Meskipun tidak wajib, TKA menjadi salah satu pertimbangan penting bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

TKA mulai diberlakukan sejak tahun 2025 melalui Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025. Pelaksanaan TKA untuk SMA sederajat telah dilakukan pada 1-9 November lalu, sementara untuk SD dan SMP sederajat akan dilaksanakan pada April 2026 mendatang.
Dalam sebuah forum di Jakarta, dua hari sebelumnya, Abdul Mu’ti mengakui bahwa hasil TKA mata pelajaran matematika sangat mengecewakan. Ia menduga bahwa metode pengajaran guru menjadi salah satu faktor penyebabnya, namun ia menekankan bahwa ini hanyalah dugaan sementara.
Mendikdasmen enggan mengungkap nilai rata-rata hasil TKA secara detail kepada publik. Menurutnya, hasil TKA akan disampaikan secara langsung kepada masing-masing siswa, sekolah, dan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan agar penyampaian informasi lebih tepat sasaran dan efektif. chapnews.id akan terus menggali informasi terkait perkembangan isu ini.



