Ads - After Header

PBNU Pasca-Islah: Gus Yahya & Zulfa Mustofa Berjumpa di Surabaya!

Ahmad Dewatara

PBNU Pasca-Islah: Gus Yahya & Zulfa Mustofa Berjumpa di Surabaya!

Chapnews – Nasional – Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menggelar pertemuan penting di Surabaya akhir pekan lalu, menyusul serangkaian upaya islah yang telah dilakukan. Pertemuan ini menjadi sorotan utama, terutama dengan kehadiran Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Pj Ketua Umum PBNU Zulfa Mustofa, yang dikabarkan turut serta dalam forum tertutup tersebut.

Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, yang berlokasi di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya, Minggu (28/12). Berdasarkan pantauan chapnews.id, sejumlah tokoh penting PBNU terlihat hadir. Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjadi yang pertama tiba, disusul oleh Katib Aam PBNU M Nuh dan Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi. Tak lama kemudian, Gus Yahya tiba bersama rombongannya. Informasi yang dihimpun juga menyebutkan kehadiran Ulil Abshar Abdalla dalam pertemuan tersebut.

PBNU Pasca-Islah: Gus Yahya & Zulfa Mustofa Berjumpa di Surabaya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pertemuan para petinggi PBNU ini dilaksanakan secara tertutup dari pantauan publik. Barisan Banser dan para santri tampak berjaga ketat di depan kediaman KH Miftachul Akhyar, memastikan bahwa awak media tidak diizinkan untuk meliput jalannya diskusi di dalam lokasi pertemuan.

Terungkap melalui surat undangan silaturahmi bernomor 4962/PB.01/A.I.01.08/99/12/2025, inisiasi pertemuan ini datang langsung dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Surat undangan tersebut ditandatangani oleh Rais Syuriyah Muhibbul Aman Aly, Katib Ahmad Nadhif, Ketua Umum Yahya Cholil Staquf, dan Wakil Sekretaris Jenderal Faisal Saimima. "Menindaklanjuti arahan Rais Aam PBNU, dengan ini mengundang Pengurus Besar Harian Syuriyah dan Tanfidziyah untuk hadir dalam kegiatan silaturahmi," demikian bunyi kutipan dari surat tersebut.

Pertemuan di Surabaya ini merupakan kelanjutan dari silaturahmi yang sebelumnya telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12). Pertemuan di Lirboyo tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya rekonsiliasi internal PBNU, dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Turut hadir dalam pertemuan di Lirboyo sejumlah Mustasyar PBNU, termasuk Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Anwar Manshur, Nurul Huda Djazuli, Machasin, dan Abdullah Ubab Maimoen. Dari jajaran Rais Syuriyah, hadir Abdullah Kafabihi Mahrus, Idris Hamid, Mu’adz Thohir, Muhibbul Aman Aly, Imam Buchori Cholil, Muhammad Cholil Nafis, dan H Mohammad Nuh. Sementara itu, Katib Syuriyah yang hadir meliputi Athoillah Sholahuddin Anwar, Ahmad Nadhif Abdul Mujib, Afifuddin Dimyathi (Gus Awis), Abdul Latif Malik, Aunullah A’la Habib, Tajul Mafakhir, Abdul Moqsith Ghazali, dan Sarmidi Husna.

Salah satu kesepakatan krusial yang dihasilkan dari pertemuan di Lirboyo adalah penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU. Disepakati bahwa Muktamar akan diselenggarakan sesegera mungkin di bawah kepemimpinan Mandataris Muktamar Ke-34 NU, yakni KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf. "Menetapkan bahwa Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya oleh Rais ‘Aam PBNU (Miftachul Akhyar) dan Ketua Umum PBNU (Yahya Cholil Staquf), dengan melibatkan Mustasyar PBNU, para sesepuh, serta pengasuh pesantren dalam penentuan waktu, tempat, dan kepanitiaan Muktamar," demikian bunyi keputusan tersebut, menandai langkah maju dalam konsolidasi organisasi pasca-islah.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer