Ads - After Header

Pelukan Pilu Ibu di Kantong Plastik!

Ahmad Dewatara

Pelukan Pilu Ibu di Kantong Plastik!

Chapnews – Nasional – Tragedi kebakaran di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/6) dini hari, menyisakan duka mendalam bagi Nurjanah (49). Ia hanya mampu memeluk erat sebuah kantong plastik berisi sisa jasad anaknya, APW (24), yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut. "Ini katanya sih bagian kakinya. Saya gendong, terakhir gendong anak saya, makanya saya mau gendong, kan nanti mau dibawa," ucap Nurjanah pilu, mengutip chapnews.id. Kondisi APW yang hangus terbakar membuat jasadnya sulit dikenali.

Nurjanah mengungkapkan, APW telah lama tinggal bersama bibinya, meski tak jauh dari rumahnya. Ibu dan ayah APW telah berpisah, namun komunikasi di antara mereka tetap terjalin baik. "Anak saya memang sudah lama tinggal sama tantenya, kalau saya tidurnya di sini," jelasnya. Nurjanah baru menyadari kejadian tersebut setelah terbangun dari tidur. APW sendiri dikenal sebagai sosok yang rajin mengantar keponakan dan saudara-saudaranya ke sekolah, dan tengah mencari pekerjaan setelah lulus sekolah.

Pelukan Pilu Ibu di Kantong Plastik!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, kebakaran yang terjadi pukul 02.05 WIB itu menewaskan APW. Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dan 73 personel diterjunkan untuk memadamkan api yang menghanguskan tujuh rumah dan menampung 30 jiwa dari 11 kepala keluarga. Para korban saat ini mengungsi di aula Mushalla Mujahidin. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh lilin yang digunakan sebagai penerangan saat terjadi pemadaman listrik selama 15 menit sekitar pukul 00.00 WIB. (dal/tim)

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer