Chapnews – Ekonomi – Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 sebesar Rp600.000 yang ditunggu-tunggu jutaan pekerja, menimbulkan tanda tanya besar. Meskipun pemerintah telah mengumumkan pencairan melalui Himbara dan PT Pos Indonesia, kenyataannya di lapangan berbeda. Hafid, salah satu calon penerima BSU, mengungkapkan kekecewaannya setelah mengunjungi Kantor Pos di Jakarta Pusat.
"Saya kemarin cek langsung ke Kantor Pos, tapi katanya belum ada penugasan untuk pencairan BSU," ujar Hafid kepada chapnews.id, Kamis (3/7/2025). Pengalamannya berbeda dengan pencairan BSU saat pandemi Covid-19, di mana Kantor Pos menjadi titik penyaluran utama dan prosesnya berjalan lancar. "Waktu pandemi ramai, sekarang sepi," tambahnya. Ketidakjelasan informasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi calon penerima BSU lainnya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa proses penyaluran BSU tahap 3, yang menyasar sekitar 4,5 juta pekerja, masih dalam tahap validasi data. "BPJS Ketenagakerjaan sudah menyampaikan data 4,5 juta calon penerima BSU, dan saat ini sedang diverifikasi dan divalidasi," jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta. Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan, kapan tepatnya pencairan BSU akan dimulai dan bagaimana mekanisme penyalurannya, khususnya bagi pekerja yang bergantung pada pencairan melalui Kantor Pos. Kejelasan informasi dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk menghindari kebingungan dan kecemasan di kalangan penerima manfaat.



