Ads - After Header

Peringatan Dini: Semeru Erupsi 900 Meter, Ini Zona Bahaya!

Ahmad Dewatara

Peringatan Dini: Semeru Erupsi 900 Meter, Ini Zona Bahaya!

Chapnews – Nasional – Gunung Semeru, salah satu gunung berapi paling aktif di Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang signifikan pada Jumat (26/12) sore. Letusan terbaru ini mencapai ketinggian kolom abu hingga 900 meter di atas puncaknya, memicu peringatan serius bagi masyarakat di sekitar perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis yang diterima chapnews.id melalui Antara, menyatakan bahwa erupsi terjadi pada pukul 15.27 WIB. "Tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau setara 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl)," jelas Sigit. Kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi tersebut dilaporkan berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, bergerak ke arah timur laut. Aktivitas seismik juga tercatat cukup kuat, dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi letusan mencapai 108 detik.

Peringatan Dini: Semeru Erupsi 900 Meter, Ini Zona Bahaya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sebelumnya, pada hari yang sama, Semeru juga sempat erupsi pada pukul 07.31 WIB. Letusan pagi itu menghasilkan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak (4.476 mdpl), dengan arah sebaran abu ke timur laut dan timur. Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo 17 mm selama 98 detik.

Mengingat peningkatan aktivitas ini, status Gunung Semeru tetap berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan serangkaian rekomendasi ketat untuk menjaga keselamatan warga.

Sigit Rian Alfian menekankan, "Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi)." Lebih lanjut, di luar zona tersebut, warga juga diminta untuk tidak mendekat dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan potensi ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru juga dinyatakan sebagai zona terlarang bagi aktivitas manusia, mengingat bahaya lontaran batu pijar yang sangat tinggi.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan aliran lahar dingin. Bahaya ini terutama mengancam di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, mencakup Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai kecil yang bermuara di Besuk Kobokan. Peringatan ini menjadi pengingat penting akan dinamika alam yang terus bergejolak di lereng gunung berapi tersebut.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer