Chapnews – Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap lapisan masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali, berhak memiliki hunian yang layak. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Akad Massal 50.030 KPR FLPP dan Serah Terima Kunci rumah subsidi di Serang, Banten, Sabtu lalu.
Dalam acara tersebut, Prabowo secara simbolis menyerahkan kunci kepada sepuluh perwakilan penerima manfaat dari berbagai profesi. Mulai dari guru, penyandang tunanetra, tukang pijat, pedagang kopi keliling, pengemudi ojek online, penjual seblak, nelayan, hingga tukang cukur, bahkan asisten rumah tangga (ART) kini memiliki kesempatan untuk memiliki rumah sendiri.

"Ada ART bisa punya rumah dari gajinya sendiri. Ada guru, ada pengemudi ojek, dan ini yang kita inginkan. Terima kasih semuanya sekali lagi," ujar Prabowo dengan bangga dalam pidatonya.
Prabowo menekankan bahwa tujuan fundamental kemerdekaan Indonesia adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat. Memastikan bahwa masyarakat berpenghasilan rendah pun dapat memiliki tempat tinggal yang layak adalah bagian integral dari visi tersebut.
"Tujuan kita merdeka adalah rakyat sejahtera. Hari ini merupakan upaya kita untuk membantu rakyat yang paling lemah, yang masih belum kuat, yang ingin hidup terhormat, ingin hidup layak dengan kualitas hidup yang pantas," jelasnya.
Program akad massal 50.030 rumah subsidi ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Meskipun demikian, Prabowo mengakui bahwa perjalanan menuju cita-cita seluruh rakyat Indonesia memiliki rumah masih sangat panjang.
"Ini usaha yang sangat membanggakan, tapi masih jauh daripada yang harus kita capai," katanya, seraya menyebutkan bahwa masih ada sekitar 29 juta penduduk Indonesia yang belum memiliki rumah.
Lebih lanjut, Prabowo juga menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan jujur. Menurutnya, tanpa pemerintahan yang transparan dan akuntabel, kekayaan negara tidak akan sampai secara optimal kepada rakyat. "Pemerintah yang bersih adalah kunci kebangkitan suatu bangsa," tegasnya.
Meski merasa gembira dengan pencapaian akad massal ini, Prabowo tetap realistis. Ia menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mencapai kesejahteraan merata bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama setelah hampir 80 tahun kemerdekaan.
"Hari ini saya merasa gembira. Walaupun, saya sadar perjalanan masih jauh, cita-cita kita masih jauh, 29 juta rakyat kita masih belum punya rumah," pungkas Prabowo. "Setelah 80 tahun, kita harus bertanya, apa rakyat kita sudah sejahtera? Masih banyak rakyat kita yang hidup dalam keadaan yang belum bisa kita katakan sejahtera."



