Chapnews – Nasional – Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada seluruh kader Partai Gerindra untuk tidak mencoba mendekati menteri dengan tujuan mencari proyek di berbagai kementerian. Teguran ini disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Munas ke-VI PKS, Senin (29/9), di Jakarta.
Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya masih menerima laporan mengenai adanya oknum kader Gerindra yang berusaha mencari keuntungan pribadi melalui proyek-proyek di kementerian, termasuk dalam program pemangkasan rantai distribusi pupuk untuk petani yang sedang diupayakannya.

"Ketika saya perintahkan pemangkasan mata rantai ini, ada 27.000 distributor yang kecewa. Lalu, ada kader Gerindra yang mencoba mendekati Menteri Pertanian dan mengusulkan agar 27.000 distributor tersebut diganti dengan kader Gerindra," ungkap Prabowo dengan nada tegas.
Menanggapi laporan tersebut, Prabowo dengan jelas menyatakan bahwa tidak akan ada proyek yang diberikan kepada kader partai politik manapun, termasuk dari Gerindra. Ia menekankan bahwa distribusi pupuk bersubsidi adalah hak seluruh petani, tanpa memandang pilihan politik mereka.
"Politik itu urusan di kotak suara, urusan warga negara dengan hati nurani dan Tuhan. Tidak ada urusan kader mencari kesempatan. Tidak ada lagi kader Gerindra yang datang ke menteri untuk macam-macam," tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa pemangkasan ribuan distributor pupuk bertujuan untuk menciptakan jalur distribusi yang lebih efisien dan transparan. Ia menyoroti praktik nepotisme yang kerap terjadi dalam penyaluran pupuk melalui distributor, di mana kepala daerah seringkali memilih kerabat atau tim sukses mereka sebagai distributor.
"Saya sudah lama menjadi orang Indonesia, saya tahu bagaimana praktik distributor itu. Saya tahu ada keponakan bupati, sepupu, tim suksesnya," jelas Prabowo. Ia berkomitmen untuk memberantas praktik-praktik koruptif dan memastikan pupuk bersubsidi sampai kepada petani yang membutuhkan.



