Chapnews – Ekonomi – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan capaian signifikan dalam pembangunan infrastruktur hingga semester I-2025. Dari total anggaran Rp73,76 triliun, realisasi fisik proyek telah mencapai 33,85%, atau setara Rp21,55 triliun. Angka ini menunjukkan penyerapan anggaran sebesar 29,21% dari pagu efektif tahun anggaran 2025.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa alokasi anggaran telah disusun secara terencana untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dasar rakyat dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Prioritas difokuskan pada perawatan jalan nasional, pembangunan jalan baru, penyediaan air bersih, sanitasi, dan irigasi. "Kami optimistis hingga Desember 2025, realisasi penyerapan anggaran akan mencapai 93% untuk keuangan dan lebih dari 90% untuk fisik," tegas Menteri Dody dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI pada Rabu (9/7/2025) di Jakarta.

Sebagian besar anggaran, tepatnya 36,83% atau Rp28,77 triliun, dialokasikan untuk Direktorat Jenderal Bina Marga. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan jalan baru sepanjang 78 km dan preservasi jalan sepanjang 575 km.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menerima alokasi Rp27,09 triliun untuk mendukung ketahanan pangan dan mitigasi bencana. Programnya meliputi pembangunan jaringan irigasi baru seluas 13.000 hektare dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 203.000 hektare.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Cipta Karya mendapat Rp11,18 triliun untuk penyediaan air minum, sanitasi, dan permukiman. Anggaran ini digunakan untuk pembangunan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebesar 1.251 liter/detik dan perluasan SPAM untuk 3.758 Sambungan Rumah (SR). Keberhasilan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur untuk kesejahteraan rakyat.



