Ads - After Header

Puan Janji Dengar Aspirasi Buruh, Sindir Demo Ricuh!

Ahmad Dewatara

Puan Janji Dengar Aspirasi Buruh, Sindir Demo Ricuh!

Chapnews – Nasional – Ketua DPR RI, Puan Maharani, memastikan akan melibatkan partisipasi publik dalam revisi UU Ketenagakerjaan. Hal ini disampaikan Puan usai menerima audiensi massa buruh yang dipimpin Andi Gani Nena Wea dan Said Iqbal di kompleks parlemen, Senin (22/9). Puan, didampingi Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris, menekankan komitmen DPR untuk menyerap aspirasi tersebut. "Kami DPR RI akan membuka diri untuk menerima masukan dan menjadikan partisipasi ini bermakna, prosesnya akan dimulai besok di Komisi IX," tegas Puan.

Puan mengapresiasi aksi damai dan tertib yang dilakukan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Ia memastikan semua aspirasi akan ditampung. Lebih lanjut, Puan menyindir aksi demonstrasi anarkis yang kerap terjadi. "Mereka juga menolak demonstrasi anarkis yang merugikan masyarakat," ujarnya.

Puan Janji Dengar Aspirasi Buruh, Sindir Demo Ricuh!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam aksinya, buruh menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah dan DPR, termasuk desakan pengesahan RUU Ketenagakerjaan dan penolakan terhadap aksi demonstrasi yang bersifat merusak. Presiden KSPI, Andi Gani, menegaskan, "Demokrasi bukan dengan pembakaran fasilitas publik yang dibiayai pajak rakyat!" Ia memastikan buruh berkomitmen pada aksi damai dan menolak kekerasan. "Selama buruh berdemo, tidak pernah terjadi pembakaran," tegas Andi. Pihaknya berharap agar pelaku aksi anarkis diproses hukum.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer