Chapnews – Ekonomi – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menyoroti operasi tambang nikel di Raja Ampat. Mereka mengingatkan perusahaan tambang akan pentingnya kesadaran bahwa Raja Ampat merupakan destinasi wisata ikonik dunia. Aktivitas pertambangan yang merusak lingkungan, khususnya ekosistem di kawasan wisata, berpotensi mencemarkan citra Indonesia di mata internasional. Kerusakan lingkungan tak hanya berdampak negatif pada alam, tetapi juga dapat menjatuhkan nilai jual produk pertambangan nikel Indonesia, yang tengah gencar dipromosikan melalui program hilirisasi.
Namun, Perhapi menekankan pentingnya evaluasi yang objektif dan detail terhadap operasional perusahaan tambang. Jika terbukti perusahaan telah mengantongi izin lengkap dan menjalankan praktik penambangan sesuai kaidah Good Mining Practice tanpa merusak lingkungan, maka operasional dapat dipertimbangkan kembali. Perhapi mendorong agar perusahaan tambang tersebut konsisten menerapkan praktik pertambangan yang ramah lingkungan. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara sektor pertambangan dan pariwisata, dua sektor andalan perekonomian Indonesia.




