Chapnews – Ekonomi – Perubahan ekonomi global yang serba cepat memaksa pekerja untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kemampuan. Raymond Chin, pengusaha milenial dan konten kreator, menekankan perlunya reskilling di tengah disrupsi teknologi dan kompleksitas geopolitik. Menurutnya, ini kunci agar sumber daya manusia Indonesia sesuai dengan kebutuhan industri.
"Sebuah laporan memprediksi bahwa pada 2028, separuh pekerja global harus melakukan reskilling. Ini bukan sekadar memperdalam keahlian, tapi juga mempelajari hal-hal baru—konsep restart," jelas Raymond seusai acara RE:START – Home of Indonesia’s Next Global Entrepreneurs di Jakarta, Sabtu (26/7/2025).

Raymond menambahkan, Indonesia menghadapi jendela demografi yang sempit. Bonus demografi diperkirakan menurun dalam lima tahun mendatang. "Waktu kita terbatas. Kita harus bertindak sekarang. Momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal," tegasnya.
Ia juga berpesan kepada generasi milenial dan Z yang berwirausaha agar selalu adaptif terhadap perubahan zaman. Kemampuan beradaptasi dan reskilling bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan di tengah persaingan global yang semakin ketat.



