Ads - After Header

Rocky Gerung Setuju! Penghentian Sirine ‘Tot Tot’ Tepat!

Ahmad Dewatara

Rocky Gerung Setuju! Penghentian Sirine 'Tot Tot' Tepat!

Chapnews – Nasional – Akademisi Rocky Gerung memberikan apresiasi terhadap langkah Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri yang membekukan sementara penggunaan sirine dan rotator. Menurutnya, keputusan cepat Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho ini menunjukkan responsif terhadap keresahan masyarakat. Rocky menyoroti penggunaan sirene yang seringkali menyimpang dari makna filosofisnya, yang dalam mitologi Yunani diartikan sebagai "bujuk rayu dengan suara merdu".

"Suara merdu jika dipaksakan menjadi kebisingan," ujar Rocky kepada wartawan, Rabu (24/9). Ia menilai, kebisingan yang ditimbulkan oleh sirene justru menciptakan gangguan, bukan ketertiban di perkotaan. "Pak Agus tepat, sebelum dituntut publik lebih jauh, kepolisian berani mengevaluasi diri. Hasilnya, hentikan penggunaan sirene sembarangan," tegasnya.

Rocky Gerung Setuju! Penghentian Sirine 'Tot Tot' Tepat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pembekuan sementara, lanjut Rocky, merupakan langkah tepat sebagai evaluasi kebijakan. Penggunaan sirene tanpa aturan hanya memicu stres bagi pengguna jalan lain. "Mereka yang memanfaatkan fasilitas itu membuat publik terganggu. Setiap hari orang jadi stres di jalan hanya karena ‘tot-tot’," jelasnya. Ia pun mengajak semua pihak untuk menghargai ruang publik dengan lebih beradab. Jalan raya, bukan arena pamer kekuasaan, melainkan ruang peradaban bersama.

"Sirene mestinya bunyi merdu, bukan menakutkan. Saya setuju bahwa ‘tot-tot’ dihentikan. Selanjutnya kita ingin mendengar nyanyian masyarakat sipil bahwa jalan raya artinya jalan peradaban," pungkas Rocky.

Sebelumnya, Korlantas Polri telah resmi membekukan sementara penggunaan sirene dan rotator di jalan raya sebagai respons atas kritik masyarakat. Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan, pihaknya tengah menyusun ulang aturan penggunaan sirene dan rotator untuk mencegah penyalahgunaan. "Kami menghentikan sementara penggunaan suara-suara itu, sembari dievaluasi secara menyeluruh," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (20/9). Meskipun demikian, pengawalan kendaraan pejabat tetap berjalan, namun penggunaan sirene hanya dikhususkan untuk kondisi mendesak. "Kalau pun digunakan, sirene itu untuk hal-hal khusus, tidak sembarangan. Sementara ini sifatnya himbauan agar tidak dipakai bila tidak mendesak," jelasnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer