Deprecated: Creation of dynamic property QQWorld_auto_save_images::$classic_edition is deprecated in /home/beritarakyat/public_html/chapnews.id/wp-content/plugins/qqworld-auto-save-images/qqworld-auto-save-images.php on line 41

Deprecated: Creation of dynamic property QQWorld_auto_save_images::$schedule_publish is deprecated in /home/beritarakyat/public_html/chapnews.id/wp-content/plugins/qqworld-auto-save-images/qqworld-auto-save-images.php on line 45

Deprecated: Creation of dynamic property QQWorld_auto_save_images::$featured_image is deprecated in /home/beritarakyat/public_html/chapnews.id/wp-content/plugins/qqworld-auto-save-images/qqworld-auto-save-images.php on line 46

Deprecated: Creation of dynamic property QQWorld_auto_save_images::$keep_outside_links is deprecated in /home/beritarakyat/public_html/chapnews.id/wp-content/plugins/qqworld-auto-save-images/qqworld-auto-save-images.php on line 58

Deprecated: Creation of dynamic property QQWorld_auto_save_images::$format_link_to is deprecated in /home/beritarakyat/public_html/chapnews.id/wp-content/plugins/qqworld-auto-save-images/qqworld-auto-save-images.php on line 62
Rojali: Sinyal Ekonomi RI Lesu? - ChapNews

Ads - After Header

Rojali: Sinyal Ekonomi RI Lesu?

Ahmad Dewatara

Rojali: Sinyal Ekonomi RI Lesu?

Chapnews – Ekonomi – Fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) di mal menjadi sorotan tajam, mengindikasikan tekanan ekonomi yang dialami masyarakat Indonesia, khususnya kelas menengah. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, mengungkapkan fenomena ini bukan hal baru, bahkan telah muncul sejak pasca pandemi COVID-19.

"Rojali, yaitu kebiasaan masyarakat yang hanya menghabiskan waktu di mal untuk makan dan nongkrong tanpa banyak berbelanja, sudah cukup lama terjadi," ujar Bhima kepada iNews Media Group, Sabtu (26/7/2025). Ia menambahkan, semakin menipisnya daya beli kelas menengah menjadi penyebab utama. Inflasi bahan pangan dan perumahan yang tinggi, ditambah suku bunga yang juga tinggi, membuat pendapatan bersih (disposable income) masyarakat menyusut.

Rojali: Sinyal Ekonomi RI Lesu?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Beban cicilan utang semakin memperparah kondisi tersebut. "Kelas menengah kini lebih banyak berbelanja untuk sekadar rekreasi atau refreshing," lanjut Bhima. Mal-mal yang umumnya menyediakan barang-barang sekunder dan tersier, kini lebih berfungsi sebagai tempat cuci mata atau hiburan semata, bukan lagi sebagai tujuan utama belanja. Prioritas belanja masyarakat bergeser ke kebutuhan pokok.

Bhima juga menyinggung peran e-commerce sebagai faktor pendukung fenomena ini. "Banyak yang beralih ke belanja online karena adanya diskon ongkir dan promo yang tidak ditawarkan mal," imbuhnya. Ia memprediksi fenomena Rojali akan berlangsung dalam jangka panjang tanpa tanda-tanda perbaikan dalam waktu dekat, sehingga pusat perbelanjaan perlu beradaptasi.

"Pusat perbelanjaan harus bertransformasi. Mereka perlu mengurangi gerai-gerai barang sekunder dan menggeser fokus ke F&B (food and beverage) dan wahana rekreasi keluarga yang lebih diminati saat ini," pungkas Bhima. Perubahan strategi ini menjadi kunci bertahan hidup bagi pusat perbelanjaan di tengah tekanan ekonomi yang tengah dialami Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer