Chapnews – Ekonomi – Kabar gembira bagi para guru ngaji dan dai di Indonesia! Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 unit rumah subsidi dengan skema KPR syariah. Kolaborasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi kunci keberhasilan program ini.
Menteri PUPR, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa pemerintah mengalokasikan 350.000 unit rumah subsidi tahun ini, dengan BTN sebagai penyalur utama, mencapai 220.000 unit. "BTN sangat berkontribusi dan serius mendukung program perumahan," tegas Maruarar di Jakarta, Minggu (27/7/2025).

Kerja sama ini fokus pada penyaluran Pembiayaan Tapera dan KPR Sejahtera syariah, dengan target awal 5.000 unit rumah subsidi pada 2025. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan program ini sebagai dukungan nyata terhadap program perumahan nasional Presiden Prabowo Subianto, memberikan akses hunian layak dan terjangkau bagi dai, guru ngaji, aktivis Islam, dan pegawai ormas Islam di lingkungan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Ini kolaborasi pemerintah, lembaga keuangan, dan organisasi keagamaan," jelas Nixon. BTN juga berkomitmen memberikan layanan perbankan yang optimal untuk MUI, memudahkan operasional dan transaksi keuangan. Program ini diharapkan mampu memberikan solusi hunian yang nyaman dan sesuai syariat bagi para tokoh dan penggerak umat Islam di seluruh Indonesia.



