Ads - After Header

Rupiah Perkasa! Dolar AS Bertekuk Lutut?

Ahmad Dewatara

Rupiah Perkasa! Dolar AS Bertekuk Lutut?

Chapnews – Ekonomi – Jakarta – Nilai tukar Rupiah menunjukkan taringnya di penutupan perdagangan hari ini, berhasil menguat terhadap Dolar AS. Mata uang Garuda ini melonjak 42 poin atau sekitar 0,25%, bertengger di level Rp16.656 per dolar AS.

Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat pasar uang, mengungkapkan bahwa sentimen positif ini datang dari dua arah, baik eksternal maupun internal. Dari sisi eksternal, pelaku pasar semakin yakin bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), akan mulai memangkas suku bunga pada pertemuan Desember mendatang. Keyakinan ini didorong oleh data ekonomi AS yang terus mengalir.

Rupiah Perkasa! Dolar AS Bertekuk Lutut?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Komentar-komentar ‘dovish’ dari para pejabat The Fed semakin memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember," jelas Ibrahim dalam risetnya, Selasa (25/11/2025).

Gubernur Fed Christopher Waller baru-baru ini memberikan sinyal dukungan terhadap penurunan suku bunga di bulan Desember. Senada dengan itu, Presiden Fed New York, John Williams, juga menyatakan bahwa penurunan suku bunga sangat mungkin terjadi karena pasar tenaga kerja yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Perangkat CME FedWatch mencatat, pasar saat ini memperkirakan peluang hampir 80% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin bulan depan. Angka ini melonjak signifikan dari sebelumnya hanya 30% sebelum pernyataan-pernyataan tersebut.

Saat ini, para pelaku pasar sedang menantikan data ekonomi AS terbaru untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter. Indeks Harga Produsen (IHP) AS diperkirakan akan menunjukkan peningkatan sebesar 0,3% MoM pada bulan September, sementara Penjualan Ritel diproyeksikan meningkat sebesar 0,4% MoM selama periode yang sama.

Selain itu, ada kabar baik dari front geopolitik, di mana AS dan Ukraina dikabarkan tengah bekerja sama dalam menyusun kesepakatan damai dengan Rusia.

Dari dalam negeri, harapan Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) turut memberikan sentimen positif. Beliau berharap APBN pada tahun 2027 atau 2028 tidak lagi mengalami defisit.

Dalam nota keuangan yang disampaikan pada Sidang Tahunan MPR tanggal 15 Agustus 2025, Prabowo menargetkan defisit APBN 2026 sebesar 2,48% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Target ini menunjukkan komitmen untuk menekan defisit secara bertahap menuju keseimbangan.

Meskipun demikian, Kementerian Keuangan pada bulan September 2025 justru menaikkan target defisit tahun depan dari rancangan awal 2,48% menjadi 2,68%. Kenaikan ini disetujui oleh DPR melalui pengesahan Undang-Undang APBN 2026, dengan alasan untuk mengakomodasi program-program prioritas pemerintah, seperti makan bergizi gratis dan koperasi desa Merah Putih.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer