Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/beritarakyat/public_html/chapnews.id/wp-includes/functions.php on line 6131
Rupiah Terpuruk! Dekati Rp16.500/USD - ChapNews

Ads - After Header

Rupiah Terpuruk! Dekati Rp16.500/USD

Ahmad Dewatara

Rupiah Terpuruk! Dekati Rp16.500/USD

Chapnews – Ekonomi – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali menunjukkan pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah tergerus 95 poin atau sekitar 0,58 persen, mencapai level Rp16.492 per USD. Angka ini nyaris menyentuh angka psikologis Rp16.500 per USD, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Menurut pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, pelemahan ini merupakan respons pasar terhadap eskalasi konflik Timur Tengah. Serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran akhir pekan lalu menjadi pemicu utama. "Presiden Donald Trump mengklaim serangan tersebut telah menimbulkan kerusakan besar, meskipun hal ini belum terverifikasi," ujar Ibrahim dari Jakarta, Senin (23/6/2025). Investor kini mencermati respons Teheran atas serangan tersebut.

Rupiah Terpuruk! Dekati Rp16.500/USD
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran menjadi fokus utama. Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi Asia dan Timur Tengah, jika diblokade akan berdampak sangat besar pada pengiriman minyak dan gas. Gangguan ekonomi skala besar di kawasan tersebut pun tak dapat dihindari.

Di sisi lain, sektor manufaktur Jepang mencatatkan pertumbuhan pada Juni, kenaikan bulanan pertama dalam 11 bulan. Peningkatan produksi lokal dan pertumbuhan inventaris mampu mengimbangi lemahnya permintaan. Sektor jasa juga menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat, mengindikasikan membaiknya permintaan domestik seiring kenaikan upah. Data inflasi Juni yang akan dirilis Jumat mendatang akan menjadi perhatian utama investor, memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai potensi kenaikan suku bunga Bank Jepang.

Di dalam negeri, pasar merespon negatif memanasnya situasi global. Eskalasi konflik Timur Tengah pasca serangan AS bersama Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, mendorong harga minyak mentah melonjak. "Harga minyak sangat sensitif terhadap dinamika geopolitik. Kondisi ini mengancam stabilitas pasokan minyak global dan berpotensi meningkatkan inflasi," pungkas Ibrahim.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer