Chapnews – Nasional – Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, Said Abdullah, secara tegas mendesak partainya untuk segera meninggalkan praktik "politik salon" yang dinilai hanya mengandalkan pencitraan semata. Pernyataan ini disampaikan Said di sela Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) Serentak PDIP Jatim di Surabaya, Sabtu (20/12), menekankan perlunya PDIP bergeser fokus pada kebutuhan riil masyarakat, terutama generasi Z dan Alpha.
Menurut Said, sebagai partai ideologis, PDIP tidak seharusnya lagi terjebak dalam politik jargonistik atau "politik salon" yang hanya sibuk berhias dan mematut diri tanpa membangun ikatan emosional (bonding) dengan kepentingan serta kebutuhan masyarakat. "Arah kebijakan kami tampaknya akan mulai bergeser. Kami ingin menghindari itu semua," tegasnya, menyerukan agar seluruh jajaran DPD dan DPC di Jatim bersiap menjadi pendengar yang proaktif terhadap aspirasi publik.

Fokus utama adalah menjangkau pemilih Generasi Z dan Generasi Alpha, yang kini menjadi segmen demografi krusial. Said menjelaskan bahwa Gen Z bukanlah kelompok yang anti-partai politik, melainkan merasa jengah atau muak terhadap perilaku politik yang dianggap tidak tulus dan penuh pencitraan. "Gen Z ini jengah terhadap political behavior, perilaku. Politik salon itu politik menghias diri, mematut-matutkan diri tanpa empati. Itu tidak akan punya tempat lagi di PDIP," tandas Said, menggarisbawahi urgensi perubahan.
Untuk itu, PDIP Jatim telah aktif mencari formula yang tepat dengan menggelar berbagai forum seperti focus group discussions (FGD) dan Red Talks untuk menyerap aspirasi generasi muda. Masukan-masukan tersebut kini tengah melalui proses penjaringan dan penggodokan mendalam di pra-komisi sebelum diartikulasikan dalam agenda Konferda-Konfercab. Hal ini menunjukkan komitmen partai untuk melakukan penyesuaian strategis demi relevansi di masa depan.
Lebih lanjut, Said menegaskan bahwa Konferda-Konfercab ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan momentum krusial untuk memperkuat solidaritas dan konsolidasi internal partai. Ia mengingatkan bahwa PDIP adalah wadah perjuangan ideologis dengan visi dan cita-cita bersama untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kader diimbau untuk tidak terjebak pada kepentingan personal atau pragmatis jangka pendek yang berpotensi merusak semangat kolektif dan nama baik partai. "Keluarga besar PDI Perjuangan adalah komunitas politik yang memiliki cita-cita untuk mewujudkan tujuan bersama. Hindari hal-hal yang merugikan nama baik Partai, karena itu pada akhirnya akan merugikan kita semua," pungkas Said.



