Ads - After Header

Sekolah Gratis Mewah Bakal Dibuka!

Ahmad Dewatara

Sekolah Gratis Mewah Bakal Dibuka!

Chapnews – Nasional – Persiapan Sekolah Rakyat di Surabaya hampir rampung, mencapai 95 persen. Sekolah ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 14 Juli 2025, bertepatan dengan tahun ajaran baru 2025/2026. Program pendidikan gratis ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Seleksi peserta didik dilakukan secara bertahap, meliputi verifikasi ekonomi dan tes akademik. Berbeda dari sekolah umum, Sekolah Rakyat menerapkan sistem asrama atau boarding school. Setiap kamar dirancang untuk empat anak dan dilengkapi pendingin ruangan. Fasilitas khusus juga tersedia bagi penyandang disabilitas.

Sekolah Gratis Mewah Bakal Dibuka!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Wakil Rektor I Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Martadi, menyatakan seluruh persiapan teknis terus dimatangkan. Koordinasi antar pengajar dan pengelola asrama menjadi prioritas utama. "Secepatnya kami akan selesaikan minggu ini, guru-guru segera koordinasi, menyamakan persepsi, bertemu kepala sekolah, lalu anak-anak dan orang tua akan segera kami undang," ujar Martadi kepada chapnews.id TV, Jumat (11/7).

Martadi menambahkan, aturan ketat akan diterapkan di asrama, termasuk aturan kunjungan orang tua. "Orang tua dan anak-anak harus tinggal di asrama. Kelengkapan yang boleh dibawa, tata tertib asrama, frekuensi kunjungan orang tua, dan sebagainya, akan diatur," jelasnya.

Sekolah Rakyat, inisiatif Presiden Prabowo Subianto, bertujuan menyediakan pendidikan berkualitas gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Pada tahun ajaran 2025/2026, Sekolah Rakyat akan dirintis di 100 lokasi di Indonesia. Sebanyak 63 lokasi memulai matrikulasi pada 14 Juli 2025, sisanya pada akhir bulan yang sama.

Mengutip laman PPG Dikdasmen, Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama yang menyediakan pendidikan gratis 100 persen untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Anak jalanan yang terdaftar dalam DTSEN dan terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menjadi target utama. "Desil 1 mencakup kemiskinan ekstrem, yang menjadi prioritas utama. Bahkan anak-anak yang tak terdaftar di Dapodik, termasuk anak jalanan, juga menjadi prioritas," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Idit Supriadi Priatna.

Sekolah Rakyat bertujuan mencetak lulusan unggul dan mampu keluar dari kemiskinan. Selain pendidikan formal, sekolah ini juga membekali murid dengan penguatan karakter, nilai-nilai agama, kepemimpinan, dan keterampilan hidup. Fasilitas lengkap, termasuk asrama, laboratorium, fasilitas olahraga, dan gedung serbaguna, juga tersedia. Seluruh biaya pendidikan, akomodasi, dan kebutuhan dasar ditanggung negara. Program ini merupakan bagian dari kebijakan afirmatif pemerintah untuk memuliakan keluarga miskin dan memperluas akses pendidikan berkualitas. (vws/fdl/vws)

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer