Chapnews – Ekonomi – Sejumlah maskapai penerbangan internasional membatalkan penerbangan menuju Timur Tengah menyusul serangan rudal Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar. Insiden ini mengakibatkan penutupan sementara wilayah udara beberapa negara di kawasan tersebut, menciptakan kekacauan di jalur penerbangan yang biasanya padat.
Serangan Iran ke Pangkalan Militer Al Udeid di Doha, yang terjadi di tengah ketegangan tinggi antara Iran dan Israel, telah menambah beban bagi industri penerbangan global. Situasi ini semakin diperparah oleh serangan Israel ke Iran yang telah berlangsung sejak 13 Juni 2025, yang telah mengganggu rute penerbangan utama di kawasan tersebut.

Air India, misalnya, menghentikan seluruh operasinya ke Timur Tengah pada Senin, 23 Juni 2025. Penghentian ini juga berdampak pada penerbangan menuju pantai timur Amerika Utara dan Eropa. Beberapa penerbangan terpaksa dialihkan kembali ke bandara keberangkatan untuk menghindari wilayah udara yang ditutup.
"Ini mengerikan," ungkap Miret Padovani, seorang penumpang di Bandara Internasional Hamad, Doha, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (24/6/2025). Pernyataan tersebut menggambarkan kepanikan dan kekhawatiran yang dirasakan para penumpang akibat situasi yang tidak terduga ini. Ketidakpastian mengenai durasi penutupan wilayah udara dan dampak lanjutannya terhadap jadwal penerbangan masih menjadi perhatian utama para pelaku industri penerbangan.



