Chapnews – Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang mengejutkan. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel, menjadi salah satu tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Konferensi pers yang digelar Jumat (22/8) di Gedung Merah Putih KPK, menguak fakta mengejutkan lainnya.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa OTT ini berawal dari laporan masyarakat. Lebih mengejutkan lagi, penyidikan KPK menemukan indikasi kuat bahwa praktik pemerasan ini telah berlangsung lama, bahkan sejak tahun 2019 hingga saat ini. "Dugaan pemerasan ini sudah terjadi beberapa periode waktu sebelumnya," tegas Setyo dalam konferensi pers.

Sebanyak 11 tersangka, termasuk Noel yang terlihat mengenakan rompi oranye dan tangan terborgol, dihadirkan dalam konferensi pers tersebut. Momen haru terlihat saat Noel menyeka air mata ketika digiring masuk ke ruangan. OTT yang dilakukan pada Rabu dan Kamis (20-21 Agustus 2025) di beberapa lokasi di Jakarta, mengamankan 14 orang. Namun, tiga orang di antaranya dilepas karena tidak terkait dengan kasus ini.
Sebagai barang bukti, KPK menyita uang miliaran rupiah, 15 mobil, dan 7 sepeda motor. Kendaraan-kendaraan mewah tersebut sempat dipamerkan di lobi Gedung Merah Putih pada Kamis kemarin. Sebagai bagian dari proses hukum, KPK juga telah menyegel ruang Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnaker & K3) di Kemenaker. Kasus ini menjadi sorotan publik dan menandakan betapa sistemiknya praktik korupsi yang terjadi di instansi pemerintahan.



