Chapnews – Nasional – Banjir bandang dan longsor dahsyat menerjang tiga provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa yang terus bertambah. Tim SAR gabungan masih berjuang melakukan evakuasi dan pencarian korban di tengah sulitnya akses ke lokasi bencana. Presiden Prabowo Subianto telah turun langsung meninjau lokasi terdampak dan menginstruksikan pengerahan seluruh kekuatan nasional untuk penanganan bencana ini.
Update Korban Jiwa dan Akses Terputus

Berdasarkan data terbaru dari BNPB per Minggu (30/11), total korban meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 442 jiwa, dan 402 orang masih dinyatakan hilang. Kepala BNPB, Suharyanto, menyatakan bahwa tim gabungan terus berupaya mempercepat operasi pencarian, pertolongan, logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.
Akses menuju beberapa wilayah di Sumut masih terputus, terutama jalur Tapanuli ke Sibolga yang tertutup longsoran sepanjang hampir 50 kilometer. Di Aceh, wilayah seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah juga menghadapi masalah akses yang sama. Sementara itu, wilayah terdampak di Sumbar seperti Kota Padang, Padang Pariaman, Solok, Agam, Tanah Datar, dan Padang Panjang masih bisa diakses melalui jalur darat.
Pantai Parkit Dipenuhi Ribuan Kayu
Sebuah video viral menunjukkan ribuan potongan kayu menumpuk di Pantai Parkit, Kota Padang, akibat banjir bandang. Tumpukan kayu dan sampah ini mengganggu akses nelayan dan mengubah tampilan pantai secara signifikan. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) masih menelusuri sumber dan penyebab ribuan kayu gelondongan tersebut, termasuk kemungkinan adanya praktik ilegal logging.
Penjarahan Gudang Bulog dan Minimarket
Aksi penjarahan terjadi di Gudang Bulog Sarudik, Kota Sibolga, dan beberapa minimarket di Tapanuli Tengah oleh warga korban banjir dan longsor. Aksi ini diduga dipicu keterlambatan logistik bantuan akibat kondisi wilayah yang terisolasi. Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menyatakan bahwa pemerintah memahami kondisi sulit yang dialami masyarakat dan fokus pada pendistribusian bantuan.
Pengungsi Terancam Kelaparan
Warga Kabupaten Aceh Tengah hingga Bener Meriah menghadapi krisis logistik setelah sepekan bencana melanda. Terputusnya jalur darat membuat wilayah ini terisolir dan hanya bisa ditembus lewat udara. Di Bener Meriah, sekitar 10 ribu pengungsi terancam kelaparan. Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, mengatakan stok logistik hanya cukup untuk 2 hari ke depan. Kondisi serupa juga terjadi di Aceh Tengah, di mana Bupati Haili Yoga menyampaikan bahwa daerahnya menghadapi krisis logistik dan kemanusiaan yang mendesak. Bantuan yang diharapkan dari Pemerintah Aceh dan Pusat belum juga tiba, sementara korban terus berjatuhan.



