Ads - After Header

Tapanuli Utara Lumpuh! Banjir 4 Meter Terjang, Warga Terluka!

Ahmad Dewatara

Tapanuli Utara Lumpuh! Banjir 4 Meter Terjang, Warga Terluka!

Chapnews – Nasional – Bencana banjir dan longsor melanda Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya, sejumlah wilayah terendam banjir hingga mencapai empat meter, dan akses utama Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tarutung-Sibolga lumpuh total akibat longsor.

Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, mengungkapkan bahwa banjir terparah terjadi di Desa Suka Maju, Kecamatan Pahae Jae, dengan ketinggian air mencapai empat meter. Setidaknya 20 rumah warga terendam, dan satu sisi Jembatan Aek Puli lama putus. Untungnya, arus lalu lintas dapat dialihkan melalui jembatan baru.

Tapanuli Utara Lumpuh! Banjir 4 Meter Terjang, Warga Terluka!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Sejumlah titik lain di Purbatua, Siatas Barita, dan Tarutung juga terendam banjir dengan ketinggian antara 70 sentimeter hingga tiga meter. Total sekitar 98 rumah warga terdampak, sementara sejumlah akses jalan di Tarutung terputus total akibat luapan air. Meski kerusakan cukup luas, tidak ada korban jiwa akibat banjir," ujar AKBP Ernis, Rabu (26/11).

Longsor juga terjadi di enam titik, sebagian besar di sepanjang Jalinsum Tarutung-Sibolga. Material longsor di tiga titik (KM 29-35) membuat akses sempat terputus total. Seorang warga, Haratua Sipahutar (50), mengalami luka di kepala akibat tertimpa material longsor di KM 29-30 dan kini dirawat di RSUD Tarutung.

Longsor paling berdampak terjadi di Desa Sitolu Ompu, Kecamatan Pahae Jae, yang menyebabkan dua rumah tertimpa tanah. Empat orang terluka, yaitu Dahlia Banjarnahor (27), Iben Parapat (15), Liora Parapat (5), dan Lenora Parapat (5). Di titik lainnya, beberapa ruas jalan tertutup lumpur dan batu, namun sebagian sudah dapat dilalui kembali setelah pembersihan darurat.

"Selain itu, satu titik pohon tumbang terjadi di Dusun 2 Sialang, Desa Simangumban Julu, yang sempat memicu kemacetan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," jelas AKBP Ernis.

Meskipun demikian, tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun hilang. Petugas masih bersiaga di sejumlah titik rawan dan membantu warga yang mengungsi, terutama di Adiankoting dan Pahae Jae.

"Upaya evakuasi, dan pembersihan material longsor sempat dihentikan Selasa malam karena hujan lebat, angin kencang, dan minimnya penerangan. Operasi akan dilanjutkan kembali pada Rabu pagi ini," pungkasnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer