Chapnews – Ekonomi – Pemerintah sedang berjuang keras untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5 persen di kuartal II-2025. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 hanya mencapai 4,87 persen. Akibatnya, pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi 2025 menjadi 4,7 persen hingga 5 persen, turun dari target awal 5,2 persen. Untuk mencapai target yang direvisi ini, sinergi antara Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjadi kunci utama.
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menekankan pentingnya koordinasi yang solid antar ketiga lembaga tersebut. Menurutnya, capaian 4,87 persen di kuartal I-2025 masih perlu dioptimalkan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak pasar keuangan, langkah-langkah antisipatif menjadi sangat krusial.

"Koordinasi antara BI, OJK, dan Kemenkeu adalah kunci keberhasilan," tegas Misbakhun dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (6/7/2025). Ia menambahkan bahwa kebijakan moneter, stabilitas sektor keuangan, dan stimulus fiskal harus berjalan selaras untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ketiga lembaga tersebut harus bekerja sama secara efektif untuk memastikan stimulus ekonomi yang telah diluncurkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai target.



