Chapnews – Ekonomi – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), selaku Subholding Gas Pertamina, melalui unit Sales and Operation Region II (SOR II), kembali menegaskan posisinya sebagai tulang punggung pelayanan dan pengelolaan gas bumi di wilayah strategis Jawa Bagian Barat. Komitmen ini mencakup DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, dan disampaikan dalam sebuah kunjungan media yang mempertemukan PGN SOR II dengan awak media lokal di Bekasi.
Iwan Yuli Widyastanto, General Manager PGN SOR II, dalam kesempatan tersebut menjelaskan vitalnya peran Jawa Bagian Barat sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Dengan dinamika pertumbuhan yang pesat, kebutuhan akan energi yang stabil dan beragam menjadi krusial. Oleh karena itu, PGN SOR II bertekad untuk menyediakan pasokan gas bumi yang tidak hanya andal dan aman, tetapi juga berkelanjutan bagi setiap lapisan konsumen.

"Kami melayani spektrum kebutuhan energi yang luas, mulai dari sektor rumah tangga, pelanggan skala kecil, komersial, industri, hingga korporasi besar. Prioritas utama kami adalah memastikan keandalan pasokan dan kualitas layanan demi menopang roda perekonomian di kawasan ini," tegas Iwan, seperti dikutip dari chapnews.id.
Secara spesifik, di wilayah Bekasi, PGN SOR II telah berhasil menjangkau lebih dari 23.000 pelanggan. Volume penyaluran gas di area ini mencapai sekitar 99,24 BBTUD (Billion British Thermal Units per Day), melayani beragam segmen mulai dari rumah tangga dan pelanggan kecil di area permukiman, hingga sektor komersial dan industri di seluruh Kota dan Kabupaten Bekasi. Jangkauan ini meliputi sentra-sentra industri vital seperti Cikarang, Cibitung, Jababeka, GIIC, EJIP, dan MM2100, yang merupakan denyut nadi ekonomi regional.
Tidak kalah strategis, di Area Karawang, PGN SOR II melayani lebih dari 13.000 pelanggan dengan volume penyaluran sekitar 85 BBTUD. Layanan gas bumi di Karawang ini juga mencakup spektrum yang luas, dari rumah tangga, pelanggan kecil, komersial, industri, hingga korporasi. Kehadiran PGN di Karawang sangat krusial dalam menopang operasional kawasan-kawasan industri strategis serta berkontribusi signifikan terhadap ketahanan ekonomi dan pangan nasional.



