Chapnews – Nasional – Polisi berhasil membongkar kasus tawuran berdarah di Jalan Selebes, Belawan, Sumatera Utara yang menewaskan seorang pelajar. Lima pemuda telah ditangkap sebagai tersangka atas aksi brutal yang menelan korban jiwa tersebut. Informasi ini didapat chapnews.id dari rilis resmi pihak kepolisian.
Peristiwa nahas itu terjadi Minggu (7/9/2025) dini hari, mengakibatkan ES (16) meregang nyawa akibat terkena tembakan senapan angin di dada. Empat orang lainnya, FS (18), IN (27), R (20), dan AM (7), mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis. Selain korban jiwa dan luka-luka, satu unit rumah warga juga dilaporkan terbakar akibat amuk massa yang terlibat tawuran.

Plt. Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Wahyudi Rahman, melalui Kabag Ops Kompol Jan Piter Napitupulu, mengungkapkan penangkapan lima tersangka dilakukan dalam dua tahap. Tiga tersangka, RM (18), APP (20), dan RS (23), berhasil diamankan pada Selasa (16/9) pukul 22.00 WIB di Kelurahan Tanah 600 Marelan. Dua tersangka lainnya, ACP (19) dan HN (20), ditangkap pada Rabu (17/9) pukul 00.30 WIB di Jalan Selebes, Belawan, berkat pengembangan penyelidikan dari keterangan tiga tersangka sebelumnya. Tim gabungan Polres Pelabuhan Belawan dan Brimob Polda Sumut berperan aktif dalam operasi penangkapan ini.
Sebagai barang bukti, polisi menyita tujuh senjata tajam, empat pelontar panah, dan enam anak panah. Kompol Jan Piter menegaskan, barang bukti tersebut semakin memperkuat dugaan keterlibatan kelima tersangka dalam tawuran maut tersebut. Saat ini, kelima tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap peran masing-masing dalam peristiwa tersebut. Jika terbukti bersalah, mereka akan dijerat sesuai hukum yang berlaku.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Masyarakat diminta untuk tidak mudah terprovokasi, menghindari aksi kekerasan, dan segera melapor jika mengetahui potensi tawuran atau gangguan kamtibmas lainnya. Langkah tegas ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali dan menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat Belawan.



