Ads - After Header

Tragedi Rinjani: Yusril Bantah Tuduhan Kelalaian Tim SAR!

Ahmad Dewatara

Tragedi Rinjani: Yusril Bantah Tuduhan Kelalaian Tim SAR!

Chapnews – Nasional – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, melalui pernyataan resmi, membantah tegas tudingan kelalaian tim SAR dalam peristiwa meninggalnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins, di Gunung Rinjani. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas pernyataan keluarga Juliana yang menuduh tim SAR lalai dan meminta dilakukan autopsi ulang.

Mahfud MD mengakui proses evakuasi memang tak secepat yang diharapkan keluarga korban. Namun, ia menjelaskan hal ini disebabkan oleh medan yang sangat sulit, berupa tebing terjal dan hutan tropis lebat, ditambah cuaca ekstrem yang menghalangi penggunaan helikopter. "Kondisi di Rinjani sangat berbeda dengan pegunungan bersalju seperti di Himalaya," tegasnya dalam konferensi pers, Jumat (4/7). Evakuasi, lanjutnya, hanya bisa dilakukan secara manual oleh tim SAR dan relawan melalui jalur vertikal.

Tragedi Rinjani: Yusril Bantah Tuduhan Kelalaian Tim SAR!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Hasil autopsi, menurut Mahfud MD, menunjukkan Juliana meninggal 15-30 menit setelah jatuh dari ketinggian 600 meter akibat luka parah dan patah tulang. Ia menjelaskan bahwa keluarga Juliana mempertanyakan rentang waktu antara kecelakaan dan kematian, menduga ada keterlambatan pertolongan saat korban masih hidup. "Secara medis, hampir mustahil menyelamatkan korban jatuh dari ketinggian seperti itu, secepat apapun pertolongan datang," jelasnya.

Pemerintah Indonesia, lanjut Mahfud MD, menghormati keinginan keluarga untuk autopsi ulang. Namun, ia yakin hasil autopsi ulang dengan metodologi forensik yang sama akan menunjukkan kesimpulan yang tak jauh berbeda. Pemerintah juga bersikap terbuka dan akan mengungkapkan semua fakta terkait insiden ini. Saat ini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak, serta apakah prosedur pencarian, pertolongan, dan evakuasi telah sesuai standar operasional prosedur (SOP) di tengah kondisi medan yang sulit dan cuaca ekstrem.

"Pemerintah terbuka untuk kerja sama investigasi bersama atau joint investigation dengan Pemerintah Brasil, agar hasilnya dapat diungkapkan secara transparan kepada masyarakat Indonesia dan Brasil," pungkas Mahfud MD.

Sebelumnya, keluarga Marins melalui pernyataan resmi menyatakan tim penyelamat Indonesia lalai dan akan memperjuangkan keadilan bagi Juliana. Mereka yakin, jika pertolongan datang lebih cepat, Juliana mungkin masih bisa diselamatkan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer