Ads - After Header

Tragedi Sidoarjo: Dokter Amputasi Tangan Santri di Reruntuhan!

Ahmad Dewatara

Tragedi Sidoarjo: Dokter Amputasi Tangan Santri di Reruntuhan!

Chapnews – Nasional – Kisah heroik sekaligus memilukan terjadi saat proses evakuasi korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Seorang santri bernama Nur Ahmad harus kehilangan tangannya akibat tertimpa reruntuhan beton. Demi menyelamatkan nyawanya, tim medis terpaksa melakukan amputasi di lokasi kejadian.

Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi, Larona Hydravianto, menjadi salah satu sosok kunci dalam operasi penyelamatan dramatis tersebut. Ia menerima kabar mengenai kondisi korban dari direktur rumah sakit yang berada di lokasi. "Direktur menginformasikan ada pasien hidup, namun lengannya tertimpa reruntuhan beton. Tim kesulitan mengevakuasi karena berisiko memperburuk keadaan," ungkap Larona kepada chapnews.id.

Tragedi Sidoarjo: Dokter Amputasi Tangan Santri di Reruntuhan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menembus lorong sempit di bawah reruntuhan, Larona melakukan asesmen awal. Ia mendapati korban dalam kondisi kritis, namun masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. "Setelah saya nilai, saya berpikir ya memang ini harus amputasi, tidak bisa tidak," tegasnya. Menurutnya, mustahil untuk mengangkat beton yang menghimpit tangan korban.

Meski sempat muncul saran untuk melakukan pemotongan dengan alat seadanya, Larona menolak. Ia khawatir tindakan tergesa-gesa justru akan memicu syok berat pada pasien. Larona berkoordinasi dengan tim anestesi untuk memberikan obat nyeri yang kuat dan terapi cairan.

Dalam situasi darurat, prioritas utama adalah menyelamatkan nyawa. Keputusan amputasi di tempat menjadi langkah medis yang tak terhindarkan. Dengan peralatan terbatas dan ruang gerak yang sempit, Larona dan timnya bekerja bergantian. Mereka memilih obat bius yang tidak memperburuk kondisi pasien yang tengah syok.

Proses amputasi dilakukan dengan memotong di bagian sendi agar lebih cepat dan minim risiko. Tindakan heroik ini berhasil menyelamatkan nyawa Nur Ahmad. Korban kemudian dilarikan ke RSUD RT Notopuro untuk mendapatkan perawatan intensif.

Tragedi ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny telah menelan 13 korban jiwa. Proses pencarian korban lainnya masih terus dilakukan dengan menggunakan alat berat.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer