Chapnews – Nasional – Empat individu ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah mobil di ruas Tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di Km 284 wilayah Tarub, Kabupaten Tegal, pada Kamis pagi. Diduga kuat, mereka menjadi korban keracunan gas di dalam kendaraan, memicu duka dan pertanyaan besar.
Kapolres Tegal, Ajun Komisaris Besar Bayu Prasatyo, menjelaskan kronologi penemuan mengerikan ini. Dilansir dari chapnews.id, keempat korban ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB di dalam sebuah Toyota Kijang Kapsul berwarna silver dengan nomor polisi B 1973 KVA.

Namun, peristiwa tragis ini ternyata memiliki jejak sebelumnya yang memilukan. Dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, petugas tol sempat menghampiri mobil yang sama di Km 250, wilayah Brebes, karena berhenti cukup lama dan mencurigakan. Saat didatangi, pengemudi ditemukan dalam kondisi lemah. "Awalnya mereka berhenti di KM 250 masuk wilayah Brebes. Karena berhenti cukup lama, maka mobil korban didatangi petugas. Ternyata sopir dalam kondisi lemah," ungkap Bayu.
Meskipun kondisinya memprihatinkan, pengemudi menolak untuk dibawa ke rumah sakit. Petugas medis tol yang didatangkan kemudian melakukan pemeriksaan dan menyarankan rujukan, namun pengemudi tetap menolak dan menandatangani surat pernyataan, lalu melanjutkan perjalanan. Sebuah keputusan yang kini menjadi sorotan.
Ironisnya, beberapa jam kemudian, sekitar pukul 06.00 WIB, mobil tersebut kembali ditemukan berhenti di KM 284+800. Petugas tol mencoba mengecek dengan mengetuk pintu dan jendela, namun tak ada respons. Hingga pukul 08.00 WIB, situasi tak berubah. Setelah menggoyang-goyangkan mobil dan tetap tak ada reaksi, petugas melaporkan kejadian ini melalui layanan 110 kepada Unit PJR dan Polres Tegal.
"Karena tidak ada respons, pihak tol melaporkan ke Polres Tegal. Tim gabungan kemudian datang untuk menangani mobil ini," jelas Kapolres Tegal. Setelah berhasil membuka pintu mobil, petugas menemukan keempat orang di dalamnya sudah tak bernyawa.
Identitas para korban telah terungkap: tiga orang dewasa dan satu anak balita. Mereka adalah IW (pria, 39 tahun, alamat Jatisari, Kota Bekasi, Jawa Barat), PRW (wanita, 40 tahun, alamat Bubakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur), WY (wanita, 38 tahun, alamat Jatisari, Kota Bekasi), dan seorang anak balita yang identitasnya belum dirinci.
Jenazah keempat korban telah dibawa ke RSUD Suselo Slawi dan menjalani autopsi. Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Suselo Slawi Tegal, dr. Teguh Sukma Wibowo, menjelaskan bahwa dari tanda-tanda pada jenazah, korban meninggal karena mati lemas. "Kalau hasil resmi saya belum melihat, tapi dari tanda-tanda pada jenazah, mereka mati lemas. Tidak ditemukan memar atau bekas senjata tajam," kata Teguh, Jumat, seperti dikutip dari chapnews.id.
Berdasarkan gejala yang ada, dr. Teguh menduga kuat kematian mereka disebabkan oleh keracunan gas. "Dilihat dari gejalanya, mereka mati lemas seperti keracunan gas mematikan. Jenisnya apa, itu perlu diselidiki lagi," pungkasnya. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap jenis gas mematikan yang merenggut empat nyawa ini, serta mengapa tawaran bantuan medis sebelumnya ditolak.



