Chapnews – Nasional – Seorang ibu hamil enam bulan di Desa Puppuuring, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, harus kehilangan buah hatinya setelah menempuh perjalanan ekstrem menuju puskesmas. Sarina (23) mengalami sesak napas pada Jumat (19/8) lalu dan harus ditandu oleh warga selama lima jam melewati jalur yang rusak parah dan terjal.
Suami Sarina, Irham, menceritakan kepedihan yang dialami keluarganya. "Istri saya sesak napas, jadi kami bawa ke puskesmas," ujarnya Senin (22/9). Perjalanan menuju Puskesmas Tutallu di Desa Mombi tersebut sungguh menyiksa. Jalan yang dilalui bukan hanya rusak, tetapi juga sempat tertimbun longsor dan mengharuskan mereka menyeberangi empat sungai.

Sesampainya di puskesmas, kondisi Sarina semakin memburuk. Petugas medis langsung merujuknya ke rumah sakit menggunakan ambulans. Namun, sayang, nyawa janinnya tak tertolong. "Di puskesmas, detak jantung bayi masih ada. Tapi karena perjalanan yang sangat sulit, akhirnya bayi meninggal," ungkap Irham dengan suara bergetar.
Irham berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah. Ia mendesak agar infrastruktur jalan di wilayahnya segera diperbaiki agar tragedi serupa tidak terulang. "Saya berharap istri saya menjadi pasien terakhir yang harus ditandu karena jalan rusak. Kasihan masyarakat, kejadian ini sudah berulang kali," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa menyedihkan ini. chapnews.id masih berupaya untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait.



