Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan Anggaran Daerah!
Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara mengenai polemik minimnya alokasi anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang belakangan menuai protes dari berbagai pemerintah daerah. Purbaya dengan tegas menyatakan bahwa keputusan pemangkasan anggaran tersebut bukanlah sepenuhnya berasal dari kewenangannya, bahkan ia sendiri mengaku terkejut dengan kebijakan tersebut.

Berbicara dalam acara Bimtek Golkar FPG DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota TA 2025 di Jakarta, Purbaya menjelaskan, "Kenapa anggarannya dipotong ke daerah? Saya juga kan belum jadi Menteri Keuangan pada saat dipotong. Dan dasar pemotongan juga nggak terlalu jelas untuk saya. Ada yang 50–70%, mana bisa hidup di daerah?" Ia menambahkan bahwa pada awalnya, ia pun merasa heran dengan kebijakan pemangkasan TKD yang dinilai sangat memberatkan dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
Menyikapi kondisi tersebut, Purbaya kemudian memberikan sinyal positif dengan menyetujui usulan kenaikan anggaran yang diajukan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. "Pak Tito datang. Dia ngajuin, ‘Pak Purbaya, gak cukup daerah nih saya ajukan kenaikan. Berapa? Sekian.’ Yaudah saya setujui. Saya gak pikir lagi. Rp43 triliun kalau gak salah," ungkap Purbaya. Dengan nada berkelakar, ia menambahkan, "Jadi kalau ada protes, jangan protes saya lagi, protes Pak Tito ngajuinnya kurang. Karena saya nggak ngitung lagi, Pak Tito cukup? Cukup. Ternyata masih kurang."
Lebih lanjut, Menkeu Purbaya juga mengungkapkan fakta penting lainnya. Ia menjelaskan bahwa kebijakan pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah yang menjadi pangkal masalah ini ternyata telah mendapatkan restu dari Presiden Prabowo Subianto. Hal ini memberikan konteks lebih dalam mengenai latar belakang keputusan yang menuai banyak pertanyaan tersebut.



