Gawat! Rupiah Anjlok ke Rp16.828, Ini Penyebabnya!
Chapnews – Ekonomi – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis, 12 Februari 2026. Mata uang Garuda ini tercatat terkoreksi 42 poin atau sekitar 0,25 persen, mengakhiri hari di level Rp16.828 per dolar AS. Menurut analisis pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, tekanan terhadap rupiah ini dipicu oleh perpaduan sentimen dari faktor eksternal dan domestik yang secara simultan memengaruhi dinamika pasar.

Para analis pasar uang umumnya mengidentifikasi beberapa faktor yang kerap menjadi pemicu pelemahan mata uang domestik. Dari sisi eksternal, gejolak ekonomi global, kebijakan moneter ketat dari bank sentral utama seperti Federal Reserve AS, serta ketidakpastian geopolitik seringkali memicu arus modal keluar dari negara berkembang. Sementara itu, faktor domestik yang bisa berkontribusi meliputi data inflasi yang tinggi, defisit neraca perdagangan, atau bahkan sentimen investor terkait stabilitas politik dan ekonomi di dalam negeri.
Situasi ini berpotensi memiliki implikasi terhadap daya beli masyarakat, terutama bagi produk-produk impor, serta dapat memicu tekanan inflasi. Di tengah dinamika ini, aktivitas di sejumlah tempat penukaran uang di Jakarta, seperti yang terlihat pada Kamis (12/2/2026), menunjukkan petugas sibuk merapikan tumpukan uang Rupiah dan Dolar AS, mencerminkan pergerakan transaksi yang terjadi di pasar.
Pelemahan ini tentu menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar dan otoritas moneter. Perkembangan selanjutnya terkait pergerakan nilai tukar rupiah akan terus dipantau. Untuk mendapatkan informasi terkini dan analisis mendalam seputar ekonomi dan digital, ikuti terus pembaruan melalui kanal WhatsApp chapnews.id setiap hari.


