Ngeri! KLM Nur Ainun Balqis Karam, Nasib 2 Awak Terkatung!
Chapnews – Nasional – Sebuah kapal kargo, KLM Nur Ainun Balqis, dilaporkan karam di perairan Selat Makassar, tepatnya di wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Insiden tragis ini menyebabkan tiga dari lima orang yang berada di dalamnya berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya masih berstatus hilang dan kini menjadi fokus utama operasi pencarian.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, yang merupakan bagian dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), merespons cepat dengan mengerahkan KN SAR Baladewa. Tim gabungan segera meluncur untuk menyisir area guna menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya.
Kepala Kansar Palu, Muh Rizal, pada Senin (16/2), menjelaskan bahwa tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian sekitar pukul 18.14 Wita. "Kami menerima informasi awal bahwa ada lima penumpang di kapal tersebut," ujarnya.
Kapal Nur Ainun Balqis memulai pelayarannya dari Nunukan, Kalimantan Utara, dengan tujuan Pelabuhan Orange di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Perjalanan naas itu dimulai pada Kamis (12/2) dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita.
Dalam pelayaran melintasi Selat Makassar, kapal tersebut diterjang gelombang tinggi yang menyebabkan oleng hebat hingga akhirnya karam. Seluruh penumpang dan awak kapal terpaksa menceburkan diri ke laut untuk menyelamatkan diri dari amukan ombak.
"Dari laporan yang kami terima, tiga orang korban berhasil ditemukan oleh nelayan lokal dari Donggala pada Minggu (15/2) sekitar pukul 20.00 Wita," terang Rizal. Namun, dua orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian intensif.
Basarnas mengidentifikasi lokasi tenggelamnya kapal berada di koordinat 0°0’30.30"S – 119°17’6.42"E. Titik ini berjarak sekitar 52 mil laut ke arah utara dari dermaga KN SAR Baladewa yang berlokasi di Kota Palu. "Estimasi tim tiba di titik koordinat sekitar pukul 21.14 Wita. Kami berharap dua korban lainnya dapat segera ditemukan," tambah Rizal penuh harap.
Rizal menegaskan bahwa operasi pencarian ini dilakukan secara maksimal, dengan tetap mengedepankan standar keselamatan kerja sesuai prosedur yang berlaku. Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari personel Kansar Palu, TNI Angkatan Laut, nelayan setempat, dan kru KN SAR Baladewa. Mereka dilengkapi dengan berbagai peralatan SAR canggih, alat komunikasi, alat medis, dan alat evakuasi yang memadai untuk mendukung misi penyelamatan.
Tiga korban yang telah berhasil ditemukan selamat adalah Saharudin (47), Muh Alwi (32), dan Muksin (47). Sementara itu, Gus Wan (47) dan Adam (20) masih belum ditemukan dan pencarian intensif terus dilakukan oleh tim gabungan.



