Era Baru Tesso Nilo: Pemerintah Mulai Hijaukan Lahan!
Chapnews – Nasional – Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan program reforestasi besar-besaran di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Inisiatif ini menargetkan pemulihan ekosistem seluas 2.577 hektare hingga tahun 2026, menandai dimulainya upaya serius untuk mengembalikan kehijauan salah satu paru-paru dunia yang krusial.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam keterangannya pada Rabu (4/3), menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk merehabilitasi ekosistem Tesso Nilo yang telah lama menghadapi berbagai tantangan. "Alhamdulillah, hari ini kita memulai upaya reforestasi, menghijaukan kembali, dan menghutankan kembali Taman Nasional Tesso Nilo," ujar Raja Juli, menggarisbawahi pentingnya momen tersebut.
Raja Juli menjelaskan bahwa persoalan Tesso Nilo bukanlah isu yang baru muncul, melainkan permasalahan kompleks yang telah berakar kuat selama bertahun-tahun. Namun, ia optimis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, benang kusut ini mulai dapat diurai. "Ini adalah persoalan yang sudah menahun, bukan terjadi kemarin sore. Persoalan yang sudah akut, namun alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, persoalan ini mulai dapat kita urai," tegasnya, sebagaimana dilaporkan oleh chapnews.id.
Sejumlah langkah konkret telah diambil pemerintah dalam beberapa bulan terakhir. Di antaranya adalah relokasi lahan bagi masyarakat yang sebelumnya berkebun di dalam kawasan taman nasional, serta pemusnahan perkebunan kelapa sawit ilegal. "Teman-teman yang berkebun di Tesso Nilo mendapatkan lahan pengganti sebagai bagian dari upaya kita mencari titik temu, bukan titik tengkar. Mengurai persoalan, bukan menambah kusut benang yang memang sudah kusut," jelas Raja Juli, menekankan pendekatan dialogis dan solutif.
Target reforestasi 2.577 hektare ini akan didukung oleh berbagai sektor. Sebagai tahap awal, peluncuran kegiatan reforestasi dilakukan di area seluas sekitar 400 hektare dengan penanaman 2.000 bibit pohon. Ini merupakan permulaan dari target pemulihan total seluas 69.000 hektare yang akan dilaksanakan secara bertahap.
Acara peluncuran reforestasi dan penanaman bibit ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Plt Gubernur Riau SF Haryanto, serta Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriono. Raja Juli berharap, dengan dukungan penuh dari semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga seluruh pemangku kepentingan, Taman Nasional Tesso Nilo yang kaya akan keanekaragaman hayati dan terkenal di dunia ini dapat dipulihkan sepenuhnya. "Insyaallah anak cucu kita bisa mendapat anugerah dari apa yang kita kerjakan hari ini," pungkasnya, menyerukan semangat kolaborasi demi masa depan.



