Chapnews – Ekonomi – Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan peran krusial Koperasi Desa Merah Putih dalam memberantas praktik rentenir dan pinjaman online (pinjol) yang merajalela di masyarakat. Menurutnya, layanan simpan pinjam yang ditawarkan kopdes merah putih menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat tanpa terjerat bunga pinjaman tinggi.
Dalam acara Indonesia Digital Economy Forum 2025 di Jakarta (23/6/2025), Ferry menjelaskan, desa-desa sering menjadi sasaran empuk praktik rentenir, pinjol, dan tengkulak yang eksploitatif. Kemudahan akses pinjol melalui ponsel pintar, sayangnya, membuat banyak masyarakat mengabaikan besaran bunga yang memberatkan. "Ini masalah serius," tegasnya. "Masyarakat terkadang abai dengan bunga yang tinggi, sehingga kesulitan melunasi utang."

Ferry menekankan bahwa koperasi desa merah putih bukanlah sekadar solusi alternatif, melainkan senjata ampuh melawan praktik-praktik ilegal tersebut. "Rentenir dan pinjol tak bisa dilawan hanya dengan fatwa ulama," tandasnya. "Perlu solusi nyata di lapangan, dan koperasi ini menjadi jawabannya. Kita berikan opsi lain agar masyarakat tak lagi terjerat." Dengan adanya layanan simpan pinjam koperasi, diharapkan masyarakat dapat mengakses dana dengan bunga yang lebih terjangkau dan terhindar dari jerat rentenir dan pinjol.



