Chapnews – Nasional – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim berhasil mengidentifikasi dua dari tiga jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Penemuan ini menambah daftar korban meninggal menjadi delapan orang, sementara 27 lainnya masih dinyatakan hilang.
Jenazah pertama, ditemukan KRI Fanildo dalam posisi tertelungkup dan mengambang. Kasubdit Dokpol Polda Jatim, AKBP Adam Bimantoro, mengonfirmasi identitas korban sebagai I Kadek Oka (51), warga Pranjangan, Kabupaten Klungkung, Bali. Identifikasi dilakukan melalui analisis sidik jari, bentuk gigi, dan pencocokan data antemortem dengan ciri-ciri fisik korban seperti wajah bulat, rambut botak, berkumis dan berjenggot, serta pakaian yang dikenakan.

Jenazah kedua ditemukan oleh Tim SAR Darat bersama nelayan di perairan Tapak Guwo. Korban teridentifikasi sebagai Daniar Nadief Inzaki (21), warga Dusun Gunungsari, Banyuwangi. Yang mengejutkan, nama Daniar tidak terdaftar dalam manifes penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Hal ini terkonfirmasi setelah ibunya, Erna (47), melapor ke pihak berwajib.
Sementara itu, satu jenazah lagi ditemukan Senin pagi dan saat ini tengah diidentifikasi oleh Tim DVI Polri di RSUD Blambangan Banyuwangi. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, menyatakan bahwa penemuan jenazah cenderung mengarah ke selatan dari lokasi kejadian, informasi ini akan menjadi bahan evaluasi pencarian selanjutnya.
Hingga Senin malam, total korban KMP Tunu Pratama Jaya tercatat 30 orang selamat, 8 orang meninggal, dan 27 orang masih dalam pencarian. Proses identifikasi dan pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan.



